Warga kecewa karena setiap hari rumahnya berdebu dan nyaris tidak bisa beraktivitas. Sebab jalan desa dipenuhi hilir mudik ratusan truk pengurukan proyek migas yang mengambil tanah kuwari dari Desa Malo.
Selain banyaknya debu, para orang tua khawatir anaknya yang masih kecil-kecil saat berangkat atau pulang sekolah, tertabrak truk proyek.
"Aksi spontanitas ini, karena warga sudah capek setiap hari menghirup debu dan asap truk proyek minyak," tutur Yanto, warga sekitar Jalan Talok kepada detikcom, Sabtu (13/9/2014).
Akibat aksi dadakan warga, banyak truk yang terjebak di tengah kerumunan massa dan akhirnya memilih berhenti dan parkir di bahu jalan.
Dari data di lapangan, warga juga kecewa karena uang tali asih dan waktu aktivitas truk proyek tidak sesuai kesepakatan sebelumnya. Proyek EPC 5 blok cepu tendernya dimenangkan PT Rexin dan PT Hutama Karya.
(fat/fat)










































