"Kami melakukan pengawasan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kelangkaan BBM yang bisa membuat panic buying," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sumaryono kepada wartawan saat melakukan sidak di SPBU Bubutan, Selasa (26/8/2014).
Sumaryono mengatakan, memang belum ada panic buying di SPBU di Surabaya. Pasokan BBM di masing-masing SPBU juga masih lancar, termasuk di SPBU Bubutan.
Sumaryono bahkan meminta karyawan SPBU untuk menunjukkan seberapa banyak pasokan BBM di tangki penyimpanan. Dan memang pasokan BBM di SPBU tersebut masih mencukupi.
"Stok nya masih banyak. Jadi tidak usah khawatir," ujar Sumaryono.
Supervisor SPBU Bubutan Rudianto menegaskan bahwa stok BBM di tangki penyimpanan, khususnya premium masih cukup untuk 3-4 hari. Dibanding solar, premium memang lebih laris.
"Dalam sehari premium bisa habis sekitar 8.600-9.000 liter. Kalau solar sehari habis 1.900 liter," ujar Rudianto.
Rudianto tak menampik jika pembatasan BBM memang dilakukan oleh Pertamina. Jika dulu sekali pesan bisa 16 ribu liter, maka sekarang satu kali kirim hanya diberi jatah setengahnya atau 8 ribu liter saja.
"Kami prinsipnya ngikut saja. Meski dibatasi, namun pemesanan bisa bebas. Mungkin pengirimannya saja yang diatur," tandas Rudianto.
(iwd/fat)










































