Komunitas Budayawan Majapahit Peringati Kelahiran Pancasila

Komunitas Budayawan Majapahit Peringati Kelahiran Pancasila

- detikNews
Minggu, 01 Jun 2014 16:36 WIB
Mojokerto - Cara unik untuk memperingati hari kelahiran Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni ditunjukkan komunitas budayawan Majapahit, Minggu (1/6/2014). Komunitas ini menggelar ritual tumpengan dan berdoa di halaman candi Brahu yang berlokasi di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto.

Dari pantauan detikcom, puluhan pemerhati kebudayaan Majapahit dengan pakaian serba hitam berkumpul di sebuah tenda yang didirikan di sisi barat halaman candi Brahu. Sebuah bendera merah putih dipasang tepat di depan tangga candi peninggalan Majapahit yang dibangun abad ke 15 masehi ini.

Bau wewangian dupa tercium hampir di seluruh lingkungan candi Brahu. Lima buah tumpeng sederhana disiapkan sebagai ucapan syukur atas lahirnya Pancasila tahun 1945 lalu. Lima buah tumpeng ini melambangkan lima butir falsafah hidup yang dianut bangsa Indonesia selama ini.

"Ritual tumpengan ini untuk memperingati hari lahirnya Pancasila, kita padukan dengan kebudayaan Majapahit karena nilai Pancasila diwariskan dari leluhur kita pada zaman Majapahit dulu," ucap Ahmad Muksin, penggagas acara sekaligus pemerhati budaya dari Padepokan Sendang Wungu kepada detikcom di lokasi.

Usai menyanyikan lagu Indonesia Raya, komunitas ini pun menggelar ritual doa di tangga candi Brahu. Dengan membawa tiga batang dupa, tiga anggota komunitas berpakaian serba hitam memanjatkan doa keselamatan bagi bangsa Indonesia. Sementara bunga tujuh rupa sebagai persembahan kepada arwah para leluhur terlihat di lokasi ritual.

"Kita berdoa semoga nilai-nilai Pancasila tetap tertanam di generasi kita saat ini, semoga moral bangsa senantiasa bercermin pada nilai luhur Pancasila," imbuh Ahmad.

Meski hanya diikuti segelintir orang ditengah minimnya kesadaran masyarakat akan nilai penting Pancasila, acara ini berlangsung khidmat. Beberapa wisatawan terlihat menyaksikan ritual tersebut. Bahkan diantara mereka ikut mengabadikan momen ritual yang jarang terlihat di candi yang konon sebagai tempat membakar jenazah para raja Majapahit ini.

Acara peringatan kelahiran Pancasila dilanjutkan dengan pemotongan lima tumpeng. Setelah itu, acara diisi dengan sarasehan budaya dan dialog kebangsaan dengan narasumber Bambang Prasetya, budayawan sekaligus penulis buku 'Kitab Nata Negara'.

(bdh/bdh)
Berita Terkait