Tanah yang ambles merupakan tanah pemadatan yang digunakan sebagai plengsengan sisi utara jembatan layang tol yang melintas di atas jalan Pantura Gempol-Bangil. Akibatnya, puluhan rumah di sebelah barat plengsengan rusak.
"Tanah pemadatan ambles sedalam 3 meter sehingga menyebabkan tanah di pemukiman warga terangkat setinggi 2 meter. Itu yang menyebabkan rumah rusak," kata Kepala Proyek Tol, Anang Nurtahlis, Rabu (19/3/2014).
Menurut Anang, tanah plengsengan yang ambles sepanjang 116 meter. Namun yang paling ekstrim sepanjang 100 meter. Kondisi tersebut normal karena lahan tersebut awalnya rawa.
"Saat ini kami tetapkan radius 20 meter dari lokasi harus steril," jelasnya.
Anang memastikan, kejadian tersebut tak berpengaruh pada konstruksi jembatan layang. "Tak ada pengaruhnya. Kalau konstruksi jembatan sudah selesai (tak ada masalah)," pungkasnya.
Pantauan detikcom, terdapat 8 rumah yang mengalami kerusakan parah akibat kejadian ini. Rumah-rumah yang berjarak 5-10 meter dari jalan tol tersebut retak. Tiang-tiang peyangganya juga banyak yang retak sehingga bangunan rumah miring.
Warga sudah mengosongkan rumah-rumah mereka karena khawatir rumah mereka ambruk. Untuk memastikan kelayakan lahan apakah masih layak huni atau Tahlis mengatakan tim teknis Jasa Marga akan ke lokasi untuk melakukan kajian. Jika dinyatakan tak layak, maka warga akan direlokasi. Tim tersebut berasal dari ITS, ITB dan Universitas Parahyangan.
(fat/fat)











































