Rumah M Jakfar Terangkat 2 Meter dari Tanah Imbas Pembangunan Tol

Rumah M Jakfar Terangkat 2 Meter dari Tanah Imbas Pembangunan Tol

- detikNews
Rabu, 19 Mar 2014 10:53 WIB
Rumah M Jakfar Terangkat 2 Meter dari Tanah Imbas Pembangunan Tol
Rumah M Jakfar terangkat imbas pembangunan tol/Muhajir
Sidoarjo - Saat sebagian warga Dusun Pathuk Desa/Kecamatan Gempol, Pasuruan, yang rumahnya rusak imbas pembangunan Tol Gempol-Porong, mengevakuasi barang-barangnya, namun hal itu tidak dilakukan oleh M Jakfar (48).

Pria yang sudah puluhan tahun tinggal di tempat tersebut hanya bisa melihat rumahnya saja. Pasalnya, kondisi rumahnnya bercat krem sangat mengkhawatirkan. Selain miring 70 derajat, kondisi bangunan rumahnya terangkat dari tanah setinggi 2 meter.

"Rumah saya itu mumbul (terangkat) kurang lebih 2 meter. Jadi saya hanya melihat kondisi rumah dari jauh saja. Tidak berani masuk atau evakuasi barang. Mudah-mudahan kondisi rumah saya saat ini bisa dicarikan solusi. Apakah saya diberi ganti rugi agar bisa menempati rumah lagi," harap M Jakfar kepada wartawan di lokasi, Rabu (19/3/2014).

Dia mengaku rumahnya mulai ditinggalkan dan terangkat seperti saat ini sejak seminggu lalu. Dia dan keluarganya pun memilih tinggal di rumah kerabatnya.

"Mudah-mudahan kami segera diberikan solusi untuk kontrak rumah dan pemberian ganti rugi," tambahnya.

Dari pantauan detikcom, di lokasi tersebut selain rumah-rumah rusak, jalanan aspal juga terbelah di dua titik. Jalanan aspal yang terbelah ada yang terlihat sepanjang 3 meter atau 2 meter. Bahkan terlihat pembangunan tol di kawasan Dusun Patuk ambles sepanjang sekitar 150 meter dengan kedalaman 2 meter.

Menurut Kapolsek Gempol Kompol Slamet Riyadi, warga yang rumahnya rusak terimbas pembangunan Tol Gempol-Porong sudah melakukan pertemuan dengan Jasa Marga dan proyek pembangunan tol, Selasa (18/3) malam.

"Untuk sementara rumah warga yang terimbas pembangunan tol berupa kontrak rumah 1 tahun. Untuk kesepakatan lain seperti ganti rugi rumah akan dibahas kembali," jelas Kompol Slamet kepada wartawan di lokasi.

(fat/fat)
Berita Terkait