"Setiap pelipat yang keluar masuk kita periksa. Ini dilakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang tak diharapkan, karena bisa saja ada oknum yang memanfaatkan untuk membawa keluar surat suara," kata Kabag Ops Polres Pasuruan Kompol Jajak Herawan, Selasa (11/3/2014).
Jajak mengatakan, setiap hari pihaknya menerjunkan 16 personel baik Polri maupun Polwan untuk melakukan pemeriksaan. Ia ingin memastikan tak ada surat suara yang dibawa keluar sebelum hari pencoblosan.
"KPU mintanya 7-10 personel, namun demi keamanan kami terjunkan 16 personel setiap hari," jelasnya.
Proses peliputan surat suara melibatkan sekitar 600 orang, dan didominasi perempuan. Mereka berasal dari Kejayan dan Rembang.
Sampai saat ini, semua surat suara untuk DPD dan DPR RI serta DPRD Tingkat II sudah datang. Hanya surat suara untuk DPRD Tingkat II yang belum di kirim. Jumlah total surat suara untuk Kabupaten Pasuruan mencapai 4,5 juta lembar.
Aida (25), salah satu pelipat surat suara asal Desa/Kecamatan Kejayan, mengaku tak masalah dengan pemeriksaan tersebut. Ia mengerti dengan prosedur pengamanan polisi.
"Nggak papa, nggak keberatan saya. Yang periksa kan Polwan," jelasnya.
(bdh/bdh)










































