"Sedih banget, kalau Bu Risma ada niatan itu," kata Widia Sari (16) kepada detikcom, Selasa (18/2/2014).
Pelajar kelas XI SMK Tri Tunggal Surabaya ini menyebut Risma sangat dekat dengan pelajar. Program-program Pemkot Surabaya melalui Dinas Pendidikan, diakui memberikan wawasan luas untuk pelajar.
"Sering ada seminar tentang kenakalan remaja. Kami (pelajar) diajak ngobrol, dikasih tahu mana yang baik, mana yang buruk," tambah perempuan yang tinggal di kawasan Kapasari Pedukuhan ini.
Widia mengenal Risma sebagai sosok yang baik dan akrab. Yang paling kasat mata, Widia senang Risma menghidupkan taman-taman kota sebagai hiburan yang merakyat.
Sementara itu, pelajar lain bernama Ainul Faizah (17) ikut membenarkan hal tersebut. Menurutnya, taman-taman kota mungkin sudah ada sejak lama di Surabaya.
"Tapi Bu Risma yang benar-benar mau mengurus taman. Kalau Bu Risma mundur, siapa yang mau mengurus taman?" tutur pelajar kelas XI ini.
Tak hanya pelajar, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Tambak Asri, Desy Oktaviani, meminta dengan sangat agar Risma tidak buru-buru menyatakan mundur dari jabatannya.
"Saya sangat meminta ke Bu Risma, jangan mundur," kata perempuan 28 tahun ini.
Permintaan Desy ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, Surabaya mengalami banyak perkembangan saat kepemimpinan Risma. "Penghargaan juga banyak kan, tingkat nasional, internasional," ujar dia.
Sebagai ibu rumah tangga, Desy memang tidak melek mengenai hal-hal politik yang kini memberatkan Risma dalam bekerja. Namun yang pasti, hasil kerja Risma dinilai sangat nyata.
"Kota jadi bagus, banyak taman. Tempat saya yang dulu sering banjir, sekarang sudah nggak banjir. Hasil kerja Risma bisa menjangkau seluruh lapisan warga," tambah Desy, warga Kelurahan Moro Krembangan.
(nrm/mad)











































