"Saya masih belum bisa memberi keterangan tentang itu. Sekarang dokter hewan dari Unair masih melakukan otopsi, kami hanya mendampingi," kata AKBP Farman, Sabtu (1/2/2014).
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya ini menjelaskan, kondisi komodo saat dievakuasi masih lemas. Itu tandanya, waktu kematian komodo masih sangat fresh.
"Waktu (bangkai) kami angkat untuk dipindah ke ruang klinik dan karantina, lidahnya masih gerak-gerak, badannya juga masih lemas," ujar Farman.
Hingga kini polisi masih terus berkoordinasi dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan dokter hewan Unair, untuk mengetahui penyebab kematian komodo ini.
(nrm/fat)











































