Dirawat di RS Kusta Sumberglagah, Dokter Utamakan Perbaikan Gizi Sarep

Dirawat di RS Kusta Sumberglagah, Dokter Utamakan Perbaikan Gizi Sarep

- detikNews
Sabtu, 18 Jan 2014 17:44 WIB
Dirawat di RS Kusta Sumberglagah, Dokter Utamakan Perbaikan Gizi Sarep
Sarep tiba di RS Kusta Sumberglagah/Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Setelah terlantar dan dikucilkan selama 5 tahun, akhirnya Sarep (40), penderita kusta asal Desa Menyono Kecamatan Kuripan Probolinggo, mendapat perawatan medis di RS Kusta Sumberglagah Mojokerto, Sabtu (18/1/2014). Sarep akan dirawat hingga kondisi fisiknya membaik.

Sarep dirujuk ke RS Kusta (RSK) Sumberglagah dengan ambulan Puskesmas Kuripan. Sarep yang datang di RS sekitar pukul 12.00 WIB, hanya didampingi seorang perawat dari puskesmas tersebut. Tidak ada seorang pun anggota keluarga Sarep yang ikut mendampinginya.

Menurut salah seorang dokter Poli Kusta RS Kusta Sumberglagah yang menangani Sarep, dr Edi Cahyono, pertama kali tiba di RSK, kondisi fisik Sarep sangat lemah. Sarep terlihat pucat dan kurang gizi.

"Kita ukur tensinya tadi hanya 90/50, fisiknya drop, pompa jantungnya lemah sekali," jelas dr Edi kepada detikcom saat ditemui di ruang UGD RSK Sumberglagah.

Sebagai penanganan awal, jelas Edi, pihaknya akan mengutamakan perbaikan gizi Sarep, yakni dengan memberikan makanan tambahan yang kaya gizi. Upaya ini untuk mempercepat pemulihan kondisi fisik Sarep yang sedang drop.

Setelah itu, pihaknya akan melakukan uji laboratorium terhadap sampel darah dan cuping telinga Sarep. Uji laboratorium tersebut, kata Edi, untuk mengetahui kondisi fungsi ginjal, fungsi hati dan kandungan mikrobakterium lepra dalam tubuh Sarep.

"Sebenarnya uji laboratorium hanya sebagai pendukung. Kalau dilihat dari kondisi fisiknya, penyakit kusta yang diderita Sarep masuk kategori MB (Multi Basiler), karena ada bercak aktif kusta di tubuhnya," jelasnya.

Menurut Edi, Sarep akan mendapat perawatan di RSK sampai kondisi fisiknya membaik. Jika Sarep sudah bisa beraktivitas sendiri, maka pengobatan selanjutnya akan dikembalikan ke Puskesmas Kuripan, Probolinggo.

"Karena penyakit kusta Sarep kategori MB, maka Sarep wajib menjalani pengobatan kusta selama satu tahun. Kita juga belum tahu apakah proses pengobatan lanjutan ditangani puskesmas Kuripan ataukah dibawa ke panti Kusta, masih kita koordinasikan dengan pihak-pihak terkait terlebih dahulu," ungkapnya.

Saat ini, Sarep dirawat di ruangan Melati A nomor 4 RSK Sumberglagah. Dari pantauan detikcom, Sarep berada dalam sebuah kamar sendirian. Kamar yang sebenarnya untuk dua orang pasien penderita kusta terlihat hanya ditempati Sarep seorang diri tanpa seorang pun yang menemaninya.

Selama menjalani pengobatan di RSK Sumberglagah, Sarep tidak akan dikenai biaya apapun. Namun pihak RSK berharap, agar ada anggota keluarga yang bersedia mendampingi Sarep. Selain itu, RSK juga berharap pihak keluarga Sarep segera melengkapi persyaratan administrasi Sarep, seperti KTP dan kartu keluarga.

"Kami berharap pihak keluarga mau mendampingi Sarep, atau minimal menjenguknya. Biar ada komunikasi dengan kami saat kami akan melakukan tindakan tertentu yang diperlukan terhadap Sarep," pungkas Edi.

(fat/fat)
Berita Terkait