"Aku nggak bisa membatasi jumlah (pasien) di luar Askes, Jamsostek, Asuransi TNI/Polri dan Swasta, 1 juta orang pun kami bisa. Kami punya uangnya Rp 200 miliar sebagai dana cadangan untuk pasien di luar yang dilayani," kata Risma di Puskesmas Pucang Sewu di sela-sela menerima kunjungan Presiden SBY, Sabtu (4/1/2014).
Anggaran ini dianggap Risma cukup besar. Karena biasanya, dari Rp 200 miliar itu yang terpakai untuk Jamkesmas non kuota hanya Rp 48 miliar.
Risma menjelaskan, pasien yang sama sekali tidak terdaftar dalam asuransi, nantinya akan tetap diproses menjadi peserta JKN. Misalnya, ada warga sakit, warga tersebut kemudian diobati di Puskesmas.
"Kan pasien nggak boleh ditolak, maka kami layani dulu, kami akan cover. Kalau pasien harus ngurus BPJS dulu, kan lama. Setelah pasien dilayani, BPJS nagih ke kami. Berikutnya dia (warga) akan memiliki kartu dan menjadi peserta JKN," kata Risma lagi.
Risma menuturkan, sebelumnya telah berupaya dan berkoordinasi dengan pihak BPJS.
"Apakah BPJS mau? Mau katanya," singkat Risma.
"Pokoknya dia (warga) mau dilayani di kamar kelas III," pungkas Risma.
(/)










































