Mahasiswa di Malang Tuntut WTO Dibubarkan

Mahasiswa di Malang Tuntut WTO Dibubarkan

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 06 Des 2013 12:28 WIB
Mahasiswa di Malang Tuntut WTO Dibubarkan
Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Puluhan mahasiswa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Perjuangan, menggelar demo menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membubarkan World Trade Organization (WTO)..

Aksi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Malang digelar di depan Balaikota Malang, Jumat (6/12/2013). Mahasiswa membawa berbagai poster bertuliskan kecaman pada WTO dan pemerintahan SBY-Boediono.

Diantaranya, "Junk WTO" "WTO is Imperialsm" "Buang WTO pada tempatnya" "Indonesia bisa tanpa WTO" dan "Mendesak SBY-Boediono stop menindas rakyat Indonesia".

Menurut Koordinator aksi, Danang Kurniawan, keberadaan WTO telah banyak merugikan rakyat. Salah satunya liberalisasi pendidikan.

Di sektor buruh, melegalkan proses tenaga kerja kontrak dan outsourcing. "Walau ada keuntungan bagi negara, tapi justru pemilik modal asing lebih mendominasi," terangnya kepada wartawan disela aksi.

Bagi petani, kata dia, kehadiran WTO jelas merugikan. Karena persaingan produk tidak sehat. "Dampaknya, banyak petani terus merugi. Modal produksi tak kembali," sambungnya.

Ia menambahkan, industri dalam negeri akan terancam dengan hadirnya pasar bebas.
Karena pasar lokal dipaksa harus siap bersaing dengan produk dari negara-negara imperialis.

"Sejak awal kehadiran WTO, rakyat selalu menolaknya. Tapi pemerintah membisu dan tuli," sahutnya.

Mahasiswa meminta Presiden SBY melalui Gita Wirjawan, segera mempertanggungjawabkan kepada publik tentang kesepakatan yang pernah dibuat WTO terdahulu. "Indonesia harus keluar dari WTO," tandasnya.

Pemerintah harus juga menghentikan privatisasi, komersialisasi dan liberalisasi dunia pendidikan serta wujudkan sistem pendidikan nasional yang ilmiah, demokratis dan mengabdi pada rakyat.

"Rakyat berharap pemerintah tidak menjual kekayaan alam untuk asing. Sudah waktunya negara ini mandiri," tutupnya.

(fat/fat)
Berita Terkait