Belum Kapok Ditegur, Ratusan Pelajar Terpaksa Ditilang

Belum Kapok Ditegur, Ratusan Pelajar Terpaksa Ditilang

Norma Anggara - detikNews
Kamis, 24 Okt 2013 12:19 WIB
Belum Kapok Ditegur, Ratusan Pelajar Terpaksa Ditilang
Ratusan pelajar ditilang
Surabaya - Setelah memberi teguran selama seminggu, polisi mulai menilang para pelajar yang belum layak mengendarai kendaraan. Ratusan pelajar plus orang tua yang mengantar terjaring operasi di berbagai titik razia.

Meski tahu jika melanggar, namun para pelajar tersebut tetap mengemukakan berbagai alasan mulai dari mendapat izin orang tua hingga sedang mengurus SIM secara kolektif.

"Sudah biasa nyetir motor, kan sekolahnya jauh dari rumah," tutur salah seorang siswi SMP saat terjaring razia tim Lantas Polrestabes Surabaya di Jalan Raya Darmo, Kamis (24/10/2013).

Siswi ini bahkan mengaku belajar mengendarai motor dari kedua orang tuanya. Namun ia pasrah saat STNK nya ditukar dengan surat tilang. Pelajar lain berkilah jika ia berani mengendarai motor karena ia akan mendapatkan SIM.

"Saya sedang mengurus SIM kolektif, sekarang masih masa tunggu," ucap seorang siswi yang mengenakan seragam rok biru laut.

Namun saat ditanya apa saja tahap tes atau uji untuk mendapatkan SIM, siswi tersebut tak bisa menjawab. Ia mengaku sudah pernah mengikuti ujian SIM kolektif namun tak lulus. Dan ujian SIM ini adalah ujian kedua kalinya.

"Saya sudah pernah ikut tes SIM, tapi nggak lulus," ujar siswi tersebut.

Selain para pelajar, polisi juga menyasar para pengendara motor yang tak menggunakan helm. Alhasil, orang dewasa yang sedang membonceng anak tanpa dilengkapi helm pun ikut terjaring.

"Kami butuh kerja sama banyak pihak, termasuk orang tua yang juga harus ikut waspada tentang keselamatan berkendara," kata Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Raydian Kokrosono

Dalam razia yang dilakukan di berbagai titik, polisi menilang 432 pelajar plus orang tuanya. Khusus razia yang dilakukan di dua titik yakni di Jalan raya Darmo depan Taman Bungkul dan Masjid Al Falah, polisi menilang 42 pelanggar (sisa dan orang tua) tanpa helm, 132 pelanggar tanpa SIM, dan 8 pelanggar tanpa STNK.

Polisi juga menahan 5 motor milik pelajar. Motor tersebut terpaksa ditahan karena pelajar tersebut tak membawa baik SIM dan STNK. Mereka berboncengan sehingga ada 10 pelajar yang terpaksa diantarkan ke sekolahnya masing-masing.

(iwd/iwd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini