Mengapa gontai, karena Mujianto menikah dengan status tahanan. Ya, 2 minggu lalu Mujianto ditahan karena terlibat kecelakaan. Truk yang disopirinya menabrak sebuah mobil sedan dan menewaskan 2 penumpangnya.
Namun langkah gontai Mujianto saat meninggalkan sel tahanan berubah menjadi mantap saat menginjakkan kaki di Masjid Al Hidayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Setelah memandang wajah kekeasihnya, pria asal Soko, Tuban ini duduk untuk memulai akad nikah.
Dengan mas kawin uang Rp 500 ribu, Mujianto dengan lancar mengucapkan ijab kabul. Begitu kata 'sah' terucap dari petugas KUA, air mata pun menetes dari mempelai wanita dan juga mertua Mujianto.
"Saya senang campur bahagia, akhirnya jadi menikah," ungkap Mujianto usai ijab kabul kepada wartawan, Rabu (16/10/2013).
Awalnya, kedua sejoli ini merencanakan menikah pada hari ini. Namun naas, Mujianto yang berprofesi sebagai supir truk ini terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil sedan di Jalan Kedungcowek Depan Pos PJR Suramadu.
Tak ingin gagal menikahi pujaan hati, iapun meminta ijin kepada Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk melangsungkan pernikahannya hari ini.
"Ya menikah kan hak dan kesempatan setiap manusia. Maka kami fasilitasi disini, nggak bisa di rumahnya, kan masih jadi tahanan, toh juga tidak menyalahi aturan," terang Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Sumaryadi.
(iwd/iwd)










































