Tekan Kecelakaan Libatkan Pelajar, Polisi Luncurkan SOS

Tekan Kecelakaan Libatkan Pelajar, Polisi Luncurkan SOS

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Rabu, 16 Okt 2013 12:39 WIB
Tekan Kecelakaan Libatkan Pelajar, Polisi Luncurkan SOS
Surabaya - Berkaca dari banyaknya pelajar yang menjadi korban kecelakaan, polisi meluncurkan program terbarunya, Save Our Students (SOS). Razia adalah tindakan pertama kali yang dilakukan setelah launching program tersebut.

"Ada 20 titik di kawasan sekolah yang kami lakukan razia yang dilakuakn oleh polsek jajaran," kata AKBP Raydian Kokrosono kepada wartawan, Rabu (16/10/2013).

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya itu mengatakan, razia dilakukan kepada para pelajar yang menggunakan motor ke sekolah. Pelajar yang terjaring tidak dikenakan tilang, namun hanya dikenakan peringatan. Namun bila pelajar tersebut terjaring razia lagi, maka tilang pasti akan dikenakan.

"Satu minggu ke depan kami intensif melakukan razia baik saat pelajar masuk maupun pulang sekolah," lanjut Raydian.

Raydian menerangkan, program SOS ini tak lepas dari kerjasama Satuan Lantas Polrestabes Surabaya dengan Pemkot Surabaya. Ada beberapa sub program yang menjadi kegiatan SOS yakni Opera Wayang Polisi (OWP), sosialisasi etika berlalu lintas, Patroli Keamanan Sekolah (PKS), safety riding, dan law enforcement.

Raydian menjelaskan, program SOS diluncurkan karena menurut data yang dihimpun pihaknya, 13,4 % kecelakaan yang terjadi melibatkan pelajar. Sejak Januari - September terdapat 665 kejadian kecelakaan. Dari jumlah kecelakaan tersebut, 151 korban meninggal dunia, 273 korban luka berat, dan 528 korban luka ringan.

13,4 % atau 89 kejadian melibatkan pelajar. Dari 89 kejadian tersebut, 15 korban meninggal dunia, 38 korban luka berat, dan 69 korban luka ringan.

Kejadian terakhir adalah pada Minggu (13/1/2013) kemarin di Jalan Kenjeran (Rangkah). Seorang pelajar SMAN 9 Surabaya Camelia Oktakarina (16) meninggal setelah tertabrak bus pariwisata.

Sehari sebelumnya, dua pelajar SMP terlibat kecelakaan di bukit Palma. Elang Aditama (14) meninggal dunia sementara Ilham Ramadhani (13) mengalami luka berat.

(iwd/iwd)
Berita Terkait