Walikota yang akrab disapa Risma itu pun mengungkap insiden yang membuatnya kecewa sehingga harus terjadi rotasi sang pendamping kerjanya.
Menurut Risma, ajudan yang dicopot itu ternyata memiliki kelemahan yang sangat vital. Apa itu? Jijik terhadap sampah.
"Saya aja memungut sampah nggak jijik. Ajudan saya mungut sampah pakai ujung jari," kata Risma kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (23/9/2013).
"Saya putuskan aja. Sudah, kamu tidak usah jadi ajudan saya lagi," kata Risma menceritakan sebab musabab pencopotan sang ajudan yang namanya dirahasiakan itu.
Risma mengaku tak ambil pusing dengan hal-hal sepele. Sebab sampah bagi kota besar menjadi momok, harus mendapat penanganan serius.
"Masalah sampah memang vital," tegas walikota yang pernah menjadi kepala dinas kebersihan dan pertamanan ini.
(nrm/gik)










































