"Tersangka tertangkap pada aksi nya yang ke-13," kata Kompol Herlina kepada wartawan, Rabu (11/9/2013).
Kapolsek Gayungan ini mengatakan, Solikin tidak sendirian saat beraksi. Pria warga Tanah Merah, Bangkalan ini bekerjasama dengan Tuki yang masih buron. Aksi terakhir Solikin dan Tuki dilakukan awal September lalu. Saat itu mereka mengincar motor Yamaha Jupiter nopol L 6049 AV.
Motor berwarna hijau milik Alawi, warga Jalan Sidosermo gang Pondok itu terparkir di depan Gedung H5 Unesa Ketintang. Tuki bertugas merusak kunci motor. Setelah kunci motor dirusak, giliran Solikin yang membawa motor itu kabur.
Sialnya, saat hendak membaw akabur motor, aksi Solikin tepergok Alawi dan mahasiswa lain yang sedang menjalankan Ospek. Solikin telat kabur dan menjadi bulan-bulanan mahasiswa. Sementara Tuki lebih cepat dan berhasil kabur.
"Petugas kami langsung membawa tersangka ke kantor," lanjut Herlina.
Mantan Kapolsek Mulyorejo itu menerangkan, Solikin memang mengaku jika semua aksinya dia lakukan di Unesa. Solikin biasanya mengincar motor yang tidak diparkir di tempat parkir.
"Pencurian biasanya dilakukan di pagi hari," terang Herlina.
Sebelum mencuri, Solikin mengaku bertemu Tuki di kawasan Jarak. Setelah motor berhasil didapat, Solikin mendapat upah Rp 1 juta. Yang bertugas menjual motor adalah Tuki.
"Dalam sebulan, pencurian bisa dilakukan 2-3 kali," tandas Herlina.
(iwd/iwd)











































