Pertemuan Ulama dan PKB, Nahdliyin Diajak Pilih Khofifah

Pertemuan Ulama dan PKB, Nahdliyin Diajak Pilih Khofifah

Rois Jajeli - detikNews
Selasa, 20 Agu 2013 22:54 WIB
Pertemuan Ulama dan PKB, Nahdliyin Diajak Pilih Khofifah
Surabaya - KH Ma'ruf Amin mengajak seluruh masyarakat khusus nahdliyin di Jawa Timur untuk memilih pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja (Berkah).

Pada pemilihan yang akan diselenggarakan 29 Agustus 2013, Dewan Mustasyar PBNU ini meminta agar mendahulukan kepentingan NU daripada pribadi, kelompok maupun pesantren.

"Kita harus mendahulukan yang lebih besar dari pada kecil. Pilih Khofifah pesantrennya tak dibantu, tidak apa-apa nanti ada berkahnya," ujarnya di kantor DPW PKB Jatim, Jalan Ketintang Madya, Selasa (20/8/2013).

Pendiri dan deklarator PKB ini di sela-sela acara silaturrahmi tokoh ulama bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan pengurus DPP serta Ketua DPW PKB Abdul Halim Iskandar mengajak warga nahdliyin untuk memilih pasangan calon nomor urut empat.

"Beliau ini (Khofifah) menurut saya punya kapasitas yang lebih dari cukup menjadi gubernur," tuturnya. Pertemuan ulama dengan PKB itu dihadiri KH Mas Yusuf Muhasyim (Surabaya), KH Syukron Syakur (Bangil), KH Syamsul MaArif (Pasuruan), KH Rofi Rohman (Lamongan), KH Mahfud Ma'shum (Gresik), KH Jalmanudin (Jombang) dan KH Nasirudin (Pamekasan).


KH Ma'ruf yang juga salah satu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) menambahkan bahwa sudah selayaknya Khofifah diusung PKB, sebagai partai yang didirikan NU.

"Memenangkan Khofifah memenangkan PKB, memenangkan PKB memenangkan NU. Tantangan NU sekarang, bagaimana pasangan Khofifah-Herman menang. Ini tolak ukur, apakah NU masih ada, apakah NU masih hidup, apakah NU masih bisa disatukan," terangnya.

Ia menegaskan, warga nahdliyin harus kembali ke PKB dan mendukung Khofifah tanpa terkecuali. "Mendahulukan kepentingan NU dari kepentingan pribadi, kelompok atau pesantren," terangnya.

Terkait isu gender pemimpin perempuan, KH Ma'ruf menegaskan, NU menolak calon presiden perempuan. Sedangkan kepala daerah seperti gubernur, tidak ada masalah.

"NU tetap menolak (perempuan) sebagai pemimpin tertinggi dalam hal ini presiden. Kalau jadi gubernur tidak ada masalah. Karena sistem pemerintahan daerah, gubernur dan DPRD merupakan satu kesatuan," terangnya.

Dengan kondisi tersebut, maka kepemimpinan Khofifah sebagai calon gubernur dari perempuan, tidak ada yang perlu dipermasalahkan. "Jadi isu perempuan, saya kira sudah tidak relevan lagi," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan apabila jamaah NU terbesar di Indonesia adalah Jawa Timur. Katanya, NU sekarang harus tampil dan tidak harus menjadi penonton.

"Kalau NU punya kesempatan menjadi gubernur, ya harus kita ambil. Jangan dilihat siapa Bu Khofifah. Ada kelemahannya, tapi banyak kelebihannya," terangnya.

Di Sumenep, Rhoma Irama juga mengkampanyekan Berkah. Raja dangdut ini meminta warga Jawa Timur harus tetap rukun meski pilihannya ada yang berbeda.

"Meski berbeda untuk memilih pasangan calon gubernur tapi jangan sampai terpecah belah. Mari kita wujudkan kerukunan umat diantara kita semua," ajaknya.

(roi/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini