Prabowo Bicara 'Cadangan Akan Dimainkan', Pakar Tangkap Sinyal Reshuffle

Prabowo Bicara 'Cadangan Akan Dimainkan', Pakar Tangkap Sinyal Reshuffle

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Kamis, 22 Okt 2026 11:42 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Sidang tersebut untuk membahas berbagai isu strategis yang berkembang dan evaluasi program kerja pemerintah serta menandai dua tahun masa kerja Kabinet Merah Putih Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.
Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto berucap 'yang cadangan akan dimainkan' saat mengibaratkan jajaran kabinetnya sebagai tim sepakbola. Pernyataan Prabowo itu dinilai sebagai sinyal reshuffle kabinet.

Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro menilai pernyataan Prabowo memperlebar kemungkinan adanya reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Ia juga menyinggung kinerja kabinet Prabowo.

"Kemungkinannya besar, pertama, dari sisi kinerja (dimensi teknokratis) masih belum optimal terlihat dari laju penurunan kepuasan publik, utamanya di ekonomi, hukum, dan pelaksanaan kualitas program-program utama pemerintah, seperti MBG dan Kopdes," kata Agung saat dihubungi, Kamis (22/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agung menilai alasan lainnya berkaitan dengan dimensi politis. Ia menyebut Prabowo masih perlu menyeimbangkan poros politik yang ada.

ADVERTISEMENT

"Dari dimensi politis, soal kebutuhan menyeimbangkan poros-poros politik, utamanya poros Solo sehingga Presiden memegang kendali penuh sebagai Panglima Tertinggi dan Kepala Pemerintahan," ucapnya.

Selain itu, Agung menilai ada dimensi hukum di balik peluang reshuffle kabinet. "Ketiga, dimensi yuridis, ada pembantu presiden yang diduga tersangkut kasus korupsi," imbuhnya.

Agung lantas menyinggung sejumlah nama yang berpeluang kena reshuffle kabinet. Salah satunya Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

"Yang lagi ramai, kinerja karhutla, jadi fokus saya ke Menteri Kehutanan, Raja Juli, parah ini, kemudian tambahan lain, Nusron Wahid, biar fokus ke kasus. Karena 2 kali mangkir dari panggilan KPK. Sebaiknya beliau mundur karena jadi beban presiden," jelas dia.

Senada dengan Agung, pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio juga meyakini akan ada reshuffle kabinet di balik pernyataan Prabowo. Dia meyakini Prabowo punya banyak orang yang siap menggantikan orang-orang di kabinet.

"Kalau saya bacanya presiden punya banyak stok orang RI yang siap bantu dirinya untuk dipercayakan di jabatan tertentu, apakah akan ada reshuffle? Ya adalah. Pemain cadangan artinya warming up dulu pemanasan sebelum masuk ke gelanggang keren juga Pak Prabowo," ucap Hensat.

Pernyataan Prabowo

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengibaratkan jajaran kabinetnya sebagai tim sepakbola yang terdiri atas pemain inti, pemain cadangan, hingga pendukung. Ia meminta para anggota Kabinet Merah Putih yang belum mendapat banyak peran agar tidak frustrasi.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin sidang kabinet 2 tahun pemerintah di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10). Prabowo menyebut dirinya memang tidak 'memainkan' semua menterinya di awal.

"Sebagaimana saya sampaikan dari awal pemerintahan kita, tidak semua pemain akan kita mainkan di awal. Ada yang cadangan, ada yang pendukung, ada yang striker," kata Prabowo.

Prabowo meminta para menteri yang diibaratkan sebagai pemain cadangan untuk tetap tenang dan tidak berkecil hati. Ia memastikan setiap anggota kabinet memiliki kesempatan untuk menjalankan perannya.

"Yang cadangan, jangan frustrasi, ada saatnya Saudara akan kita mainkan," ujarnya.

Simak Video 'Prabowo Minta Menteri 'Cadangan' Jangan Frustrasi: Nanti Kita Mainkan':

(maa/gbr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini