Bambang DH Kunjungi Pemulung di Malang

Bambang DH Kunjungi Pemulung di Malang

- detikNews
Minggu, 28 Jul 2013 18:52 WIB
Bambang DH Kunjungi Pemulung di Malang
Malang - Calon gubernur Bambang DH mengunjungi kampung pemulung di kawasan Sukun Sidomulyo, Kota Malang. Kandidat dari PDI Perjuangan (PDIP) itu juga menerima doa bersama dari jemaat umat Kristen di kota tersebut.

Kedatangan calon gubernur pemegang nomor 3 itu menarik perhatian warga di Sukun Sidomulyo. Ia menyusuri kampung,serta berkenalan dengan warga setempat. Mereka pun mengiringi dengan yel-yel, "Bambang-Said jempol! Bambang-Said menang!"

Bambang DH bersama Said Abdullah, Calon Wakil Gubernur, memang mempopulerkan ikon 'jempol' sebagai ikon pemenangan. Kini, setelah mereka menjelajahi berbagai daerah di Jawa Timur, semakin banyak warga yang mengenali pasangan Bambang-Said dengan ikon jempol tersebut. Saat itu, di sudut kampung Sukun Sidomulyo, Bambang DH bertemu dengan kelompok ibu-ibu. Mantan walikota Surabaya itu pun menghampiri.

"Apa kabar Bu? Semoga semua sehat. Juga, ibadah puasanya tetap lancar," kata Bambang. "Alhamdulliah Pak, semua baik-baik," sahut ibu-ibu itu. Mereka pun minta salah seorang warga, Nyonya Jumaiyah, tampak kegirangan ketika pipi cucunya yang montok dan menggemaskan itu disentuh Bambang DH.

"Semoga menjadi anak hebat," kata Bambang DH. Jumariyah sontak menyampaikan rasa gembiranya. "Semoga Pak Bambang DH jadi gubernur, dan cucu saya ini bisa ketularan menjadi seorang pemimpin," kata Jumaiyah.

Ada yang menarik perhatian Bambang DH saat menyusuri kampung itu, yang dahulu merupakan barak penampungan rehabilitasi Tuna Wisma Karya (TWK) Sidomulyo. Ia mengamati tandon air bersih bantuan anggota DPRRI dari PDIP, Eva Kusuma Sundari, namun pompa air sudah rusak.

"Sayang tidak berfungsi. Kalau pompanya rusak, tolong segera dibelikan," kata Bambang DH. Ia menyanggungi untuk membantu.

Politisi kelahiran Pacitan itu merasa berkesan menyusuri kampung Sukun Sidomulyo. Ia bertemu dengan kalangan rakyat di lapis bawah. "Mereka ini para Marhaen di era sekarang," katanya.

Marhen adalah kelompok rakyat di kalangan bawah, yang memiliki alat produksi namun penghasilannya pas-pasan, seperti diidentifikasi oleh Bung Karno tahun 1920-an. Kekuatan wong cilik tersebut sangat besar. Jika disatukan dalam satu kehendak bersama, kekuatan mereka bisa menghasilkan perubahan besar.

"Rakyat dari kalangan wong cilik membutuhkan komitmen pemimpin yang teguh, kuat, dan jelas berpihak kepada nasib mereka," kata Bambang DH.

Warga setempat mengatakan, selama mereka tinggal di situ, tidak pernah ada pemimpin politik yang turun untuk menyapa, mendengarkan dan menyanggupi kepentingan mereka. "Baru Bambang DH yang dating ke sini. Yang lain, biasanya lupa setelah terpilih," kata seorang warga.

(gik/fat)
Berita Terkait