Iran Tolak Keras Trump yang Mau Ketemu Mojtaba Khamenei

Iran Tolak Keras Trump yang Mau Ketemu Mojtaba Khamenei

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Jumat, 05 Jun 2026 22:27 WIB
(FILES) Iranian Foreign Minister Abbas Araghchi attends a joint press conference with his Iraqi counterpart Fuad Hussein in Tehran on January 18, 2026. Iranian Foreign Minister Abbas Araghchi arrived in Beijing on May 6, 2026 ahead of scheduled talks
Foto: AFP/ATTA KENARE
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka peluang untuk bertemu pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menolak kemungkinan tersebut.

Dilansir AFP, Jumat (5/6/2026), Trump mengatakan kepada New York Post: "Ya, saya ingin bertemu dengannya," ketika ditanya tentang kemungkinan pertemuan, menambahkan bahwa "kita mungkin akan bertemu suatu saat nanti, tergantung bagaimana semuanya berjalan".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun diplomat utama Iran tersebut meremehkan peluang tersebut dalam sebuah wawancara dengan media Lebanon yang ditayangkan pada Kamis malam. Ia menyatakan bahwa hal itu tidak realistis.

"Saya melihat sebuah laporan yang tampaknya mengatakan bahwa dia (Trump) telah menyatakan bahwa dia siap untuk bertemu atau bahwa dia ingin mengadakan pertemuan," kata Araghchi kepada saluran televisi Al Mayadeen.

"Saya pikir kita harus realistis dan berpikir serta hidup di dunia nyata," lanjut dia.

Araghchi mengatakan dalam wawancara tersebut bahwa selama serangan yang menewaskan Ali Khamenei, ia berada di dalam kantor pemimpin tempat ayahnya meninggal, tetapi di sayap lain gedung tersebut sehingga tidak terluka.

Serangan tersebut mendorong Iran untuk membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap Israel dan sekutu AS di wilayah Teluk.

Araghchi juga mengatakan bahwa pemimpin tertinggi yang baru memiliki "kehadiran yang sangat dekat dan efektif dalam urusan negara dan memiliki kendali penuh".

Ia mengatakan bahwa ketidakhadiran Mojtaba Khamenei dari pandangan publik sejak pengangkatannya adalah "karena pertimbangan keamanan" seputar perang, yang telah dihentikan sementara sejak 8 April oleh gencatan senjata yang rapuh.

Pernyataan Trump

Sebelumnya, Donald Trump mengatakan dirinya mungkin bertemu dengan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, jika kesepakatan tercapai antara kedua negara. Trump bahkan menyebut dirinya akan merasa "terhormat" untuk bertemu dengan Mojtaba.

"Saya tidak ingin bertemu, tetapi jika saya bertemu, saya akan merasa terhormat untuk bertemu dengannya," kata Trump ketika ditanya oleh wartawan tentang kemungkinan pertemuan dengan pemimpin tertinggi Iran tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (5/6).

"Saya ingin melihat apakah kita mencapai kesepakatan, tetapi jika kita telah mencapai kesepakatan, ada kemungkinan saya akan bertemu dengannya," cetus Presiden AS tersebut dalam wawancara dengan wartawan pada Kamis (4/6) waktu setempat.

Simak juga Video: Mojtaba Khamenei Sebut Iran Tak Ingin Perang, Tapi Ogah Tunduk!

Halaman 2 dari 2
(maa/idn)


Berita Terkait