Kabar gembira dari Blok WMO itu disampaikan Senior Executive VP & General Manager PHE WMO Bambang Kardono usai menerima penghargaan Lingkungan Hidup dari Gubernur Jatim Soekarwo di halaman PT Semen Indonesia, akhir pekan lalu di Gresik.
"PHE WMO telah mencapai tingkat produksi minyak 22.200 bopd. Kenaikan produksi terbaru didapat dari pengeboran sumur produksi baru yakni PHE 38B-5, PHE 40A-5 dan PHE 40A-3. Karena itu, kami yakin pada akhir tahun 2013 ini bisa melampui target produksi rata-rata 20.443 bopd yang diberikan pemerintah," kata Bambang Kardono, Senin (8/7/2013).
Bambang menjelaskan, dari 3 sumur produksi baru itu dihasilkan sekitar 4.000 bopd. Namun karena juga terserap untuk menutup declaining rate yang mencapai 50% per tahun, produksi Blok WMO hanya bisa naik dari 20.300 bopd pada awal bulan Juni menjadi 22.200 bopd.
"Tahun ini kami menargetkan mengebor 21 sumur produksi dan 9 sumur eksplorasi. Perlu banyak mengebor sumur karena kami juga harus mengatasi declaining rate yang relatif tinggi, sekaligus berupaya menemukan cadangan migas baru," katanya.
Bambang menambahkan, selain terus melakukan pengeboran sumur produksi baru, kini PHE WMO sedang berkonsentrasi menuntaskan proyek pemasangan pipa bawah laut baru yang menghubungkan beberapa anjungan produksi baru dengan Poleng Processing Platform (PPP).
Sejak 1 April lalu, produksi PHE WMO terus meningkat dari kisaran 9.000 bopd menjadi 12.000 bopd. Setelah itu pada bulan Mei menembus 17.000 bopd dan 20.300 bopd pada bulan Juni. Puncaknya pada awal bulan Juli produksi kembali meningkat menjadi 22.200 bopd.
"Diharapkan awal Agustus proyek pemasangan pipa bawah laut baru tersebut sudah dapat diselesaikan.Keberadaan pipa baru itu dapat meningkatkan lagi tingkat produksi minyak dari anjungan-anjungan produksi baru," jelas Bambang Kardono.
(fat/fat)










































