Longsoran tanah dari atas pegunungan menutup semua ruas jalan di Km 38 yang menyebabkan arus lalu lintas dari dan menuju Jember terganggu.
"Hujan mulai kemarin pagi sampai malam tidak reda, dan tadi malam sekitar pukul 00.00 WIB lebih tebing itu ambrol dan mengalami kemacetan kurang lebih 2 Km, beruntung longsor terjadi pada malam hari saat arus lalu lintas di pegunungan sepi dari pengguna jalan," kata Kusnoto, pemilik warung yang berdekatan dengan lokasi bencana kepada detikcom, Rabu (10/7/2013).
Menurut kusnoto, longsoran tanah menutup jalan yang ada di tikungan tajam, bahkan bongkahan tanah yang telah dibersihkan oleh warga dan polisi dari satuan lalu lintas kecamatan Silo langsung dibuang ke dalam jurang agar tidak menganggu arus lalu lintas.
Dari pantauan detikcom di lokasi bencana, selain tumpukan lumpur pekat yang ada dipinggir jalan, juga terdapat akar pohon jati. Selain itu juga, beberapa meter dari lokasi bencana aspal masih tertutup lumpur sehingga membahayakan para pengguna jalan.
Sementara itu kepala pos lalu lintas Kecamatan Silo Aiptu Haryanto mengatakan jika Rabu pagi sekitar pukul 06.00 WIB arus lalu lintas di jalur selatan mulai normal kembali.
"Setelah kami bersihkan lumpur yang ada dijalan, jalur selatan bisa kembali normal," ungkapnya.
(fat/fat)











































