Kantor Kejari Situbondo Didesak Kasus Korupsi P2SEM Dituntaskan

Kantor Kejari Situbondo Didesak Kasus Korupsi P2SEM Dituntaskan

Ghazali Dasuqi - detikNews
Senin, 24 Jun 2013 13:46 WIB
Kantor Kejari Situbondo Didesak Kasus Korupsi P2SEM Dituntaskan
Situbondo - Pengusutan kasus dugaan korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) oleh Kejari Situbondo dinilai lamban. Penilaian itu mematik reaksi elemen masyarakat untuk turun ke jalan, Senin (24/6/2013).

Puluhan massa mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GERAM-MAKI) ngelurug kantor Kejari Situbondo Jalan Basuki Rahmat. Mereka menuntut penanganan kasus dugaan korupsi P2SEM Situbondo secepatnya dituntaskan dan menghukum aktor intelektualnya.

Mereka diangkut 2 unit truk dan 1 pick up. Tiba di kantor kejaksaan, massa langsung menggelar orasi dan membentangkan aneka poster desakan penuntasan kasus korupsi P2SEM.

Diantara poster itu berbunyi: 'Kejari Stagnan Menangani Kasus P2SEM, Tangkap, Adili, Penjarakan Aktor Intelektual P2SEM, Kejari Bungkam Koruptor Senang, Kejaksaan Bukan Mitra Koruptor' dan sebagainya.

"Dalam penanganan kasus korupsi P2SEM Kejari Situbondo sangat lamban. Ada apa ini? Tangkap dan segera adili para koruptor," teriak Hendriansyah, seorang pendemo dalam orasinya.

Sempat terjadi ketegangan saat massa berusaha menerobos pagar betis polisi di pintu gerbang Kantor Kejari. Massa menolak hanya perwakilan saja yang diizinkan masuk. Ketegangan baru reda, setelah hasil negosiasi mengijinkan semua pendemo boleh masuk hingga halaman kantor.

Massa yang duduk lesehan di depan kantor Kejari akhirnya ditemui langsung Kasi Pidana Khusus (Pidsus) M Khozin. Kepada para pendemo, Khozin memastikan jika hingga kini pihaknya tetap serius menangangi semua kasus dugaan korupsi, termasuk P2SEM. Hanya saja, pihaknya tidak mau gegabah karena yang dihadapi adalah orang pintar.

"Sampai sekarang penanganan kasusnya tetap berjalan. Kami akan tetap obyektif menangani setiap kasus korupsi. Cuma kami tidak mau gegabah, yang nantinya malah justru bisa meloloskan mereka," terang Khozin.

Usai menerima penjelasan tersebut, massa akhirnya membubarkan diri.

(fat/fat)
Berita Terkait