Setelah dilakukan pendataan, puluhan imigran gelap yang seluruhnya pria dewasa itu akan dievakuasi ke Kantor Imigrasi Jember.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Jember. Sebentar lagi mereka akan diberangkatkan ke Jember," kata Kapolres Situbondo AKBP Erthel Stephan saat dihubungi detikcom, Kamis (25/4/2013).
Dari informasi yang dihimpun, para imigran gelap asal Myanmar itu datang dengan perantara atau cukong. Cukong yang disebut-sebut berasal dari wilayah Probolinggo itu berinisial HS. Oleh HS, para imigran disewakan rumah milik Suhardi.
Harga sewanya pun cukup menggiurkan, yakni Rp 1,1 juta untuk satu malam. Kepada si pemilik rumah, HS berdalih menyewa rumah untuk dijadikan penampungan sementara bagi calon pekerja asal Lumajang dengan tujuan keluar pulau Jawa.
"Nyatanya yang didatangkan malah para imigran. Katanya mereka mau minta perlindungan di Indonesia. Mungkin kalau dari awal tahu begitu, pemilik rumah juga tidak mau. Suhardi kerjanya Satpam," tukas seorang warga.
Sebanyak 31 imigran gelap itu tiba di rumah sewaan milik Suhardi, Rabu (24/4/2013) malam. Mereka diturunkan dari dua mobil travel. Warga yang curiga melihat kedatangan puluhan orang asing segera melapor ke petugas, hingga langsung dilakukan penggerebekan. Sayang, saat digrebek HS sedang tidak ada di rumah sewaan tersebut.
"Sekarang kami fokus pada evakuasinya dulu, lain-lain menyusul. Termasuk kemungkinan adanya cukong dibalik imigran gelap itu," pungkas Erthel.
(iwd/iwd)










































