Genangan air setinggi 30 hingga 50 cm ini membuat lalu lintas macet. Banyak kendaran roda empat dan dua mogok akibat nekat melintas.
Wagiyo (34) pengendara motor, yang melintas di jalan Diponegoro mengaku kecewa dengan tergenangnya ruas jalan akibat hujan ini. Sebab, setiap hujan deras, jalanan selalu banjir. "Masa tengah kota kok sperti ini, setiap hujan deras selalu airnya menggenang ke jalan raya," keluhnya saat ditemui detiksurabaya.com di jalan Diponegoro, Sabtu (6/4/2013) sore.
Selain para pengendara, beberapa warga yang berada di jalan Untung suropati, Panglima polim dan Patimura, merasa kesal dengan banjir dadakan. Sebab, selain menggenangi jalanan, rumah rumah mereka juga ikut kebanjiran.
Warga berharap, Pemkab Bojonegoro segera melakukan langkah nyata untuk mengurangi banjir dadakan setiap hujan deras turun. "Saluran air ini kan bisa dilebarkan biar air cepat masuk, jangan hanya dibersihkan saja salurannya," ujar Aini, warga Sumbang.
Selain banjir di tengah kota, hujan deras juga mengakibatkan jalan jurusan Bojonegoro-Surabaya, tepatnya di depan SMKN 4 di Desa Sukowati, Kecamtaan kapas tergenang air sepanjang 100 meter, dengan ketinggian 20 cm. Hal ini diakibatkan drainase yang tertutup oleh proyek pembuatan jalur ganda rel kereta api.
(bdh/bdh)










































