Kelompok Houthi, Yaman, menyerang Bandara Riyadh, Arab Saudi, hingga menyebabkan sekitar 12 orang tewas. Operasional Bandara Riyadh kini dihentikan sementara.
Dilansir AFP, Minggu (11/10/2026), otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyatakan bahwa operasional Bandara Riyadh dihentikan sementara setelah bandara tersebut menjadi sasaran serangan.
"Bandara Riyadh menjadi sasaran serangan pada Sabtu sore, 10 Oktober 2026, di tengah rangkaian serangan yang terus menyasar fasilitas penerbangan sipil kerajaan," demikian bunyi pernyataan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Serangan itu mengakibatkan sejumlah orang terluka, dan jumlah pastinya masih dalam tahap pendataan."
12 Orang Tewas
Diketahui, serangan Houthi terhadap Bandara Riyadh menewaskan sedikitnya 12 orang. Selain itu, 309 orang terluka.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ia akan segera memutuskan apakah akan bergabung dalam serangan Saudi terhadap kelompok Houthi yang didukung Iran, menyusul serangan terhadap bandara Riyadh.
"Kami mungkin akan melakukannya. Kami akan mempertimbangkannya. Kami baru saja mengetahui tentang serangan terkini itu, jadi kami akan mengambil keputusan," ujar Trump kepada para wartawan di Gedung Putih.
"Kami bertindak sangat cepat," lanjutnya.










































