Sebuah Rumah Ambruk Diterjang Angin, Pasutri Berusia Lanjut Terjebak

Sebuah Rumah Ambruk Diterjang Angin, Pasutri Berusia Lanjut Terjebak

Ghazali Dasuqi - detikNews
Sabtu, 06 Apr 2013 08:40 WIB
Sebuah Rumah Ambruk Diterjang Angin, Pasutri Berusia Lanjut Terjebak
Situbondo - Hujan deras disertai angin kencang yang menerjang wilayah barat Situbondo sejak Jumat malam hingga Sabtu (6/4/2013) dini hari menimbulkan korban. Sebuah rumah warga di Desa Taman Sari, Kecamatan Sumbermalang, ambruk.

Celakanya, penghuni rumah yakni pasutri berusia renta tak sempat menyelamatkan diri keluar rumah. Keduanya, Pak Nija (72), dan istrinya Bu Sani (65) yang sedang asyik berbincang usai makan malam pun akhirnya tertimpa reruntuhan rumahnya.

Keduanya cukup lama tertimbun di bawah puing-puing reruntuhan rumahnya. Korban langsung dilarikan ke RSU dr Abdoer Rahem Situbondo untuk mendapatkan perawatan.

Sang suami ini menderita luka robek parah di bagian wajah akibat terkena reruntuhan atap rumahnya. Sementara istrinya menderita sejumlah luka memar di beberapa bagian tubuhnya.

"Nenek tidak mau dibawa ke dokter, padahal tubuhnya banyak yang sakit karena terkena reruntuhan. Tapi tidak separah kakek saya ini. Waktu kejadian mereka baru selesai makan malam," ujar, Sun Yati (35) cucu korban saat mendampingi kakeknya di IGD RSU Situbondo, Sabtu (6/4/2013) dini hari.

Keterangan yang dihimpun detikSurabaya.com menyebutkan, hujan deras mengguyur wilayah Desa Taman Sari, Kecamatan Sumbermalang, sejak Jumat (5/4/2013) sore.

Malam harinya, angin kencang terus menerpa dari arah utara desa tersebut. Saat itu pasutri Nija dan Sani berada dalam rumahnya. Mereka baru saja menyelesaikan makan malam, lalu berbincang di ruang tengah. Saat asyik ngobrol, tiba tiba rumah pasutri yang berdinding anyaman bambu itu mendadak ambruk terkena angin kencang.

Nenek Sani mengaku sempat mendengar suara kayu patah bagian atap rumah. Dia sempat berusaha menyelamatkan diri, namun sebelum tiba di luar, rumahnya sudah roboh.

Sementara sang suami tertahan di ruang tengah. Praktis keduanya tertimpa reruntuhan rumahnya. Warga yang mendengar suara gaduh bergegas keluar rumah dan mengetahui rumah pasutri Nija dan Sani roboh. Warga pun langsung bergotong royong mengangkati puing-puing setelah mendengar jeritan dan rintihan pasutri dari bawah reruntuhan rumah tersebut.

"Tadi anginnya memang cukup kencang. Tapi sejauh ini baru satu rumah pasutri ini yang roboh. Dua penghuninya juga tertimpa. Kami akan segera mengirim laporan ke instansi terkait, karena ini masuk kategori bencana," ujar Kades Taman Sari, Sulaiman, kepada detikSurabaya.com di RSU Situbondo.

Sementara Sekretaris BPBD Situbondo, Yahya Maziun mengaku sudah mendengar adanya bencana angin kencang yang meruntuhkan satu rumah warga tersebut.

Bahkan, pihaknya juga sudah mendatangi RSU Situbondo untuk mengecek keadaan salah satu korban reruntuhan rumah tersebut. Menurut dia, kondisi korban cukup parah, salah satunya mengalami luka robek parah di bagian wajahnya.

"Besok pagi kami akan mengerahkan personil TRC BPBD ke lokasi. Setidaknya untuk pendataan dan membantu warga membersihkan puing-puing rumahnya," pungkas Yahya.

(ze/ze)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini