Dari pembobolan itu korban ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp 250 juta. Mereka yang diamankan yakni Tofa (35) warga Desa Banjarsari dan Anam (27) warga Sembayat Kecamatan Manyar, Rois (24) warga Kemangi Kecamatan Bungah dan Thoni (38) warga Kecamatan Sidayu. Dua pelaku hingga kini dalam pengejaran polisi.
"Modusnya para pelaku menggunakan mobil rental, kemudian untuk membobol toko, para pelaku menggunakan alat las, linggis, gunting baja, bor dan dua pedang samurai. Samurai dan pedang ini biasa dilakukan pelaku untuk mengancam dan melukai para korban," kata Kapolres Gresik AKBP Achmad Ibrahim kepada wartawan, Senin (25/3/2013).
Menurutnya, terungkapnya sindikat pembobol toko dan brankas ini berawal dari laporan korban, Ivan warga Jalan Jendral Sudirman Kelurahan/Kecamatan Penganjuran Kabupaten Banyuwangi yang melapor kehilangan 2 buah laptop.
"Kasus ini terungkap berkat kerjasama laporan korban dan Polres Banyuwangi," ujar mantan Kapolres Pasuruan.
Sementara kasus pembobolan brankas di SMAN 1 Kebomas Gresik 4 hari lalu dengan kerugian senilai Rp 292 juta, polisi masih mendalami.
"Masih kita dalami mas, kemungkinan ada kaitannya dengan sindikat yang sudah tertangkap. Doakan saja ya," pungkasnya.
(fat/fat)










































