Demo Perangkat Desa Mesum Berlangsung Ricuh

Demo Perangkat Desa Mesum Berlangsung Ricuh

Ghazali Dasuqi - detikNews
Selasa, 26 Feb 2013 12:29 WIB
Demo Perangkat Desa Mesum Berlangsung Ricuh
Situbondo - Demo menuntut pencopotan sejumlah perangkat Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur berlangsung ricuh. Ratusan warga yang melurug Balai Desa Kalianget terlibat ketegangan dengan polisi.


Aksi dorong-dorongan tak terhindarkan saat massa memaksa masuk dengan menorobos pagar betis polisi. Massa yang kecewa pun melampiaskan emosinya dengan mengumpat oknum perangkat desa yang diduga berbuat mesum.

"Maling ayam dipukuli dan langsung dihukum. Tapi kenapa perangkat desa yang diduga bertindak asusila justru dilindungi. Kami atas nama warga Desa Kalianget melayangkan mosi tidak percaya dan tidak mau lagi dilayani oleh mereka," teriak Rudi Bagas, koordinator aksi warga, Selasa (26/2/2013).

Beruntung, ketegangan massa pendemo bisa segera diredam setelah didatangi Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Situbondo Tulus Prijatmadji. Di hadapan pendemo Tulus berjanji akan merespon tuntutan warga dalam waktu satu bulan.

Dari pantauan detikSurabaya.com, sebelum ketegangan itu terjadi, 5 perwakilan warga sempat diijinkan masuk untuk melakukan dialog. Hasil dialog menyepakati semua tuntutan warga terkait 'pencopotan' perangkat desa yang diduga mesum itu akan diproses dalam waktu satu bulan.

Semula, massa menolak karena waktu satu bulan itu dianggap terlalu lama. Namun setelah diterangkan berbagai proses yang harus dilakukan pemerintah, massa akhirnya menerima. Meski begitu, warga mengancam akan mengerahkan massa lebih besar jika janji satu bulan tidak ditepati.

"Kami meminta agar tuntutan warga disampaikan secara tertulis, nanti pasti kita respon. Soal pelayanan di desa harus tetap jalan. Karena saat ini kadesnya tersandung kasus, maka sementara menjadi tanggung jawab Sekretaris Desa yang menjalankan tugasnya," tegas Tulus.

Perangkat Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, yang menjadi sasaran kemarahan warga ada empat orang. Antara lain, Sekdes Kamaludin, dan dua Kaurnya yakni Saiful Hasan dan Latfia. Satu lagi, mantan Kades setempat Bambang Kuswita, yang kini menjadi BPD Desa Kalianget.

Menurut warga, Sekdes Kamaludin tidak pantas menjadi perangkat desa karena telah menelantarkan istri dan anaknya hasil dari percintaan gelapnya. Demikian halnya dengan Bambang Kuswita yang dinilai sering mencampuri urusan desa.

"Kami juga melayangkan mosi tidak percaya kepada dua orang Kaur, yakni Syaiful Hasan dan Latvia. Karena sudah menjadi rahasia umum keduanya sering melakukan 'nuk-manukan' (mesum) di balai desa ini. Kami meminta kepada pak Camat untuk segera mencopot atau memindah mereka," sambung Rudi Bagas, yang juga Direktur sebuah NGo di Situbondo itu.

Usai demo, Sekdes Kamaludin membantah semua tudingan warga. Tidak hanya soal dirinya yang dikabarkan menelantarkan istri dan anak, menurut Kamaludin, tudingan dua Kaur berbuat mesum di balai desa juga tidak berdasar.

Sebaliknya, Kamaludin menuding tudingan berupa fitnah itu sengaja dihembuskan pihak tertentu untuk kepentingan tertentu pula. Malahan, Kamaludin menilai aksi demo warga sebagai 'serangan balik' dari penahanan Kades Syafaat dan perangkatnya Hanafi atas kasus dugaan penyelewengan dana prona.

"Semuanya itu fitnah dan saya dengar demo itu didanai oleh saudara salah satu perangkat yang ditahan. Saya jelas merasa nama baik saya tercemarkan dengan tudingan itu. Makanya, insya Allah saya akan menempuh jalur hukum. Apalagi saya melihat yang demo itu banyak warga dari luar desa," tegas Kamaludin.

(iwd/iwd)
Berita Terkait