Dispendukcapil Banyuwangi Sangkal Terlibat Narkoba

Dispendukcapil Banyuwangi Sangkal Terlibat Narkoba

Irul Hamdani - detikNews
Selasa, 19 Feb 2013 18:25 WIB
Banyuwangi - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi akhirnya angkat bicara. Dispendukcapil membantah bila pegawainya menggelar pesta narkoba di kantor. Namun tidak menampik bila memang ada penggrebekan oleh polisi.

"Saya tidak pernah memakai narkoba, bahkan lihat barangnya seperti apa saja tidak pernah tahu," bantah Kepala Bidang KTP dan KK (Kartu Keluarga) Dispendukcapil Banyuwangi, Heru Eko Wahyudi, saat mengkonfirmasi pada detiksurabaya.com, Selasa (19/2/2013).

Meski begitu, Heru, tidak membantah bila kantornya disambangi sejumlah polisi pada Senin (18/2/2013) sore pukul 16.15 WIB. Saat itu sekitar lima sampai enam polisi mendatangi kantornya. Disaat bersamaan Heru dan Kepala Dinas Dispendukcapil, Sudjani, dan Kasi KTP dan KK, Yakub, sedang rapat diruangannya.

Heru, melalui bawahannya bernama Nawi, mempersilahkan rombongan polisi untuk masuk. Namun mereka tidak mau. Diluar ruangan saat itu juga ada dua orang warga yang diketahui bernama Sulaiman, warga Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng dan Ruspandi, warga Desa Tembokrejo, Muncar.

"Kedua orang itu tiba-tiba digeledah, disuruh jokok sama polisi, dan dites urine ditempat," ungkap Heru.

Usai rapat, lanjut Heru, dirinya mempersilahkan rombongan polisi, untuk masuk ke ruangannya. Namun hanya dua polisi saja yang masuk yang mengaku bernama Tris dan Sony. Kedua polisi itu menyampaikan bila kedatangannya karena ada informasi pesta narkoba di Dispenducapil.

Singkat cerita, Heru yang merasa tidak terima akhirnya "menantang" polisi agar dirinya dites urine juga. Namun tes tersebut harus dilakukan diluar kantor Disependukcapil. Dengan disaksikan polisi, tes urine tersebut menyatakan nihil.

"Tes urine ditempat disaksikan polisi dan hasilnya saya tidak terbukti memakai narkoba," sambung Heru.

Polisi sendiri akhirnya meminta maaf dari penggrebakan tersebut. Karena tidak ditemukannya barang bukti serta hasil tes urine yang negatif. Usai digerebek Heru mengaku melayangkan protes ke Wakapolres Banyuwangi, Kompol Agus Widodo, melalui SMS.

"Akhirnya pagi tadi saya menghadap Wakapolres ke ruangannya untuk melayangkan keberatan. Jadi tidak benar saya wajib lapor," masih kata Heru yang merasa keberatan dengan tindakan polisi tersebut.

Meski persoalan tersebut selesai, namun Heru menyayangkan sikap polisi yang dinilainya terlalu percaya dengan informasi bohong. Dari kejadian ini pihaknya merasa dirugikan.

(ze/ze)
Berita Terkait