"Jadi polisi," sahut Dava saat detiksurabaya.com di rumahnya Dusun Rowo Desa Rowogempol Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan, Sabtu (9/2/2013).
Meski memiliki keterbatasan fisik, Dava belum merasa terganggu karena masih bocah. Tidak jarang ia mengoda wartawan yang datang ke rumahnya.
Puspita, ibunda Dava mengatakan putranya itu selalu ingin bermain dan bergaul dengan teman sebayanya. Orang tua Dava mengaku selalu merasa sedih melihat keadaan, khawatir anaknya dapat hinaan dari teman-temannya. "Maunya terus main," ujar Puspita.
Ia mengaku sampai saat ini terus berusaha mendapatkan Jaskesmas atau Jaskesda susulan dengan harapan Dava bisa dioperasi gratis. Meski tergolong tidak mampu, Dava belum tercatat sebagai penerima hak berobat gratis.
"Minta bantuan untuk dapat Jaskesmas, semoga bisa," ungkapnya.
Dava, memiliki keterbatasan sejak dilahirkan. Ia tidak dikaruniai hidung untuk bernafas. Ia bisa hidup sampai sekarang karena bernafas melalui langit-langit mulut. Saat umurnya menginjak tiga bulan, seorang dokter ahli bedah plastik asal Australia di RSU dr Soetomo Surabaya mengoperasi dan memberikan lubang pernafasan.
Meski bisa bernafas melalui langit-langit mulut, putra pasangan Akhmad Fuad (26) dan Ari Puspita (22) ini diharuskan kontral pengobatan secara intensif setiap enam agar bisa bernafas dengan baik. Dava juga diwajibkan segera menjalani operasi susulan agar bisa hidup dan bernafas dengan normal.
(bdh/bdh)










































