Herry Noegroho justru menuding, Trianto melakukan pembunuhan karakter atas dirinya sebagai pejabat nomor satu Pemkab Blitar.
Menurut bupati, insiden acara serah terima jabatan Kapolresta Blitar kemarin, merupakan kesalahpahaman kedua belah pihak. Herry menjelaskan, dirinya hanya ingin memberitahu ketua LSM anti korupsi M. Trianto, atas aksi demo yang dilakukan awal pekan lalu.
"Saya memang colek bahu Trianto dari belakang, namun hanya untuk klarifikasi saja. Saya bisa bersumpah atas nama Alloh SWT, saya ngomong sebenarnya," jelas Herry kepada puluhan jurnalis cetak dan elektronik se Blitar Raya di Pendopo Kabupaten Blitar, Sabtu (8/12/2012).
Lebih jauh, orang nomor satu di Pemkab Blitar ini menyatakan, jika aksi yang digelar Trianto merupakan pembunuhan karakter terhadap dirinya.
"LSM kok getol sekali melakukan aksi, ini pembunuhan karakter terhadap saya, saya tidak tahu muatannya apa dan saya rasa sudah melanggar etika ini," jelas Herry Noegroho.
Saat dikonfirmasi detiksurabaya.com, terkait ancaman terhadap Trianto, bupati dengan tegas membantah.
"Banyak saksinya, gak ada saya bilang ancaman," bantahnya sambil tersenyum.
Herry pun menyikapinya dengan santai, jika nanti Trianto tetap melanjutkan ke proses hukum.
(fat/fat)










































