"6 butir peluru ada di dalam silinder (pistol). Sedangkan yang 18 dikantongi," kata AKP M Nur Hidayat saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (29/10/2012).
Kasat Reskrim Polres Gresik itu mengatakan, karena sudah ditembakkan satu, maka peluru yang tersisa di silinder berjumlah 5 butir. Sedangkan 18 peluru yang dikantongi masih utuh.
"Pistol dan peluru sudah kami amankan," lanjut Hidayat.
Sementara itu, Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, AKP Agung Pribadi, yang juga sempat mendatangi lokasi mengatakan bahwa pihaknya juga menemukan minuman energi yang dicampur arak di motor Honda Supra X 125 nopol W 2587 FL milik pelaku. Plastik minuman itu tercantol di motor pelaku.
"Minuman itu hasil modifikasi orang yang mabuk. Orang lain mengira kita minum minuman energi. Padahal minuman energi itu sudah dicampur arak," ujar Agung.
Lalu, apa hubungannya arak dengan perampokan itu. Agung menduga Dwi mabuk dulu sebelum melakukan perampokan. "Biasanya orang yang agak mabuk jadi lebih berani dalam berbuat kejahatan," tambah Agung.
Itu pula yang membuat polisi curiga jika Dwi lah pelaku penganiayaan terhadap Briptu Nyartam lalu merampas pistolnya. Dalam keterangannya kepada wartawan, Nyartam pernah mengatakan bahwa mulut pelaku yang memukul kepalanya dengan batu berbau alkohol.
"Selain kesimpulan yang didapat dari nomor seri pistol, faktor mabuk juga bisa menjadi alasan bahwa Dwi lah pelaku penganiayaan dan perampasan pistol Briptu Nyartam," tandas Agung.
(iwd/iwd)










































