Hujan Abu Erupsi Anak Krakatau, Warga Pandeglang Diimbau Pakai Masker

Hujan Abu Erupsi Anak Krakatau, Warga Pandeglang Diimbau Pakai Masker

Aris Rivaldo - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2026 23:49 WIB
Warga menunjukkan abu vulkanik di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026). Berdasarkan keterangan Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau embusan angin yang mengarah ke timur membawa material abu vulkanik tersebut hingga melanda daratan pesisi
Warga menunjukkan abu vulkanik di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Pandeglang -

Hujan abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, Banten. BPBD mengimbau warga gunakan masker saat beraktivitas.

"Gunakan masker saat beraktivitas di luar lapangan," tulis BPBD Pandeglang di akun resminya, dikutip Sabtu (5/9/2026).

BPBD mengatakan abu vulkanik bisa berdampak pada kesehatan jika terhirup langsung. Sehingga upaya perlindungan diri perlu diperlukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Abu vulkanik dari erupsi GAK dapat mengganggu kesehatan, jika terhirup atau mengenai mata dan kulit," kata BPBD.

ADVERTISEMENT

BPBD juga meminta untuk meningkatkan kewaspadaan ketika sedang berkendara. Sebab abu bisa mengurangi jarak panjang.

"Hati-hati saat berkendara, karena abu dapat mengurangi jarak pandang," katanya.

Abu vulkanik sudah mulai turun di wilayah Kecamatan Jiput. Salah satu warga merasakan dampaknya.

"Selain getaran yang terasa di dalam rumah, debu erupsi dari Gunung Anak Krakatau juga mulai terasa di wilayah Jiput," kata warga bernama Bahrul.

Bahrul mengaku merasakan mata perih ketika mengendarai sepeda motor. Hal itu disebabkan abu sudah mulai turun di wilayah Kecamatan Jiput.

"Tadi pakai motor dari wilayah Jiput menuju pulang ke rumah terasa perih ke mata, diakibatkan debu yang mulai bertebaran," katanya.

(lir/lir)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini