Pantauan detiksurabaya.com, Rabu (24/10/2012), pukul 14.30 WIB, ribuan buruh yang tiba di Kantor Pemkab Mojokerto, disambut penjagaan ketat Polres/Polresta Mojokerto, Brimob Polda Jatim dan Satpol PP.
Setelah sempat berorasi, para buruh meminta agar Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa keluar menemui mereka. Karena kesal tak ditemui, massa memaksa masuk. Akibatnya, bentrokan pun tak terhindarkan. Buruh dan petugas adu pukul.
Akibat bentrokan ini, pagar Pemkab Mojokerto roboh dan menimpa seorang anggota Satpol PP dan seorang wartawan harian cetak, Dwi Susanti. Keduanya terluka dan dirawat di klinik Pendopo Kabupaten Mojokerto.
"Tangan dan kaki saya terjepit pagar waktu hendak motret kericuhan," kata Dwi yang masih dirawat.
Bentrokan akhirnya mereda setelah polisi memperbolehkan beberapa perwakilan masuk untuk menemui dewan pengupahan yang tengah rapat. Meski demikian, polisi masih berjaga di depan gerbang Pemkab.
Para buruh ini menuntut penetapan UMR tahun 2013 agar Bupati dan Walikota Mojokerto mengabulkan ke ring 1, yakni upah naik Rp 2 juta atau setidaknya sama dengan Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Sidoarjo serta jalankan upah sektoral di tahun 2013 minimal 10 persen diatas UMR.
"Kita akan tunggu di depan Pemkab sampai tuntutan kita dikabulkan," kata Pujianto, koorlap aksi kepada detiksurabaya.com.
(bdh/bdh)










































