Perampokan alat berat ini terjadi di area tambang batu kapur di Dusun Boro, Desa Karangasem, Jenu. Saat itu ada dua unit excavator yang sedang terparkir. Alat berat itu dijaga lima orang penjaga. Mereka adalah Rosiban, Paiman, Rasmo, Waji dan Fakih, kelimanya warga Desa Socorejo dan Desa Karangasem, Jenu.
Saat berjaga, pelaku yang diduga berjumlah sekitar 20 orang tiba-tiba datang dan langsung menyekap para penjaga. Empat orang penjaga dilumpuhkan dengan cara ditali tangan dan kakinya, sementara satu penjaga, Rosiban berhasil melarikan diri.
"Tak hanya menyekap para penjaga, para pelaku juga sempat membacok dua penjaga," kata Gunandar (60), pemilik excavator asal Desa Socorejo saat melapor ke polisi.
Dua penjaga yang menjadi korban itu adalah Fakih dan Lasmo. Fakih dibacok kedua kakinya hingga nyaris putus dan Lasmo menderita luka bacok di lengan kanannya.
Setelah melumpuhkan para penjaga, komplotan bandit ini menggasak central drief dari alat berat tersebut. Alat itu ditaksir bernilai Rp 30 juta.
"Setelah mendapat laporan, petugas langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Sementara dua penjaga yang menjadi korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit," jawab Kasubbag Humas Polres Tuban, AKP Noersento.
(iwd/iwd)











































