Pemblokiran jalan ini menggunakan potongan bambu dimulai sejak pagi. Beberapa warga juga membawa poster bernada menghujat Mobil Cepu Ltd. (MCL).
Bunyi tulisan itu antara lain "MCL garong jalan","Jalan serta sumur harus tetap hidup","Dibeli berapapun tidak mau".
Seorang warga desa setempat, Hajir (51) mengaku, kali ini mereka menuntut agar jalan yang menghubungkan antara Dusun Temlokorejo dengan Dusun Kaliglonggong tidak ditutup. Sebab jalan itu merupakan akses perekonomian warga desa setempat.
"Kami melarang jalan ini ditutup, karena penggunaan lahan ini tidak sepengetahuan warga setempat," ujar Hajir di lokasi demo.
Tuntutan lain yang diteriakkan yakni adanya kompensasi tunai sebesar Rp 1,5 juta untuk setiap kepala keluarga, adanya rekrutmen tenaga kerja lokal dan sumur harus bisa dimanfaatkan warga setempat.
Meski berjumlah belasan, warga tidak akan membuka pemblokiran ini sebelum tuntutan diperhatikan pihak MCL. Sebab, selama ini warga hanya terkena dampak buruknya saja.
Aksi ini dijaga Polres Bojonegoro dan pam obyek vital. Hingga pukul 12.00 WIB, aksi ini masih berlangsung.
(fat/fat)










































