Banyak diantara warga yang hadir menangis dan meneteskan air mata mengenang Gus Dur. Warga juga tampak khusuk membaca Surat Yasin dan Tahlil.
Peringatan tersebut dihadiri warga dari 325 desa dan 5 kelurahan serta kepala desa dan camat dari 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.
Semua pengurus dan anggota PCNU Kabupaten Probolinggo sampai tingkat ranting juga hadir dalam acara tersebut. Juga hadir dalam acara tersebut, Ketua PWNU Jawa Timur KH Mutawakil Alallah, Ketua MUI Kabupaten Probolinggo, KH Munir Kholili serta Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin.
Setelah pembacaan Surat Yasin dan kemudian dilanjutkan dengan tahlil yang dipimpin oleh KH Munir Kholili, acara dilanjutkan dengan ceramah agama dan sambutan-sambutan dari para tokoh dalam rangka mengenang Gus Dur.
"Gus Dur pernah membaca kitab di salah satu masjid dan mengkhatamkannya dalam waktu sehari. Saat membaca kitab tersebut beliau meneteskan air. Oleh takmir, beliau diusir dari masjid karena dianggap orang gila," ujar Bupati Hasan Aminuddin mengenang masa lalu Gus Dur.
Sementara itu, KH Mutawakil Alallah mengatakan bahwa dirinya sangat hormat dan tawadhu pada Gus Dur. "Gus Dur merupakan ulama besar dan disegani oleh para tokoh yang lain, sehingga menjadi guru bangsa," tandas kyai Mutawakil Alallah.
(bdh/bdh)










































