Aksi yang dilakukan massa sebagian besar perempuan ini memacetkan jalur pantura. Ratusan polisi harus bekerja keras mengurai kemacetan. Mereka membawa puluhan poster tuntutan.
Diantaranya berbunyi: "Bank Danamon bekerja tanpa etika, bunga tinggi pelayanan rendah","Bank Indonesia beri sanksi Bank Danamon","Rp 18 miliar uang rakyat habis disikat oknum Bank Danamon" dan lain-lain.
Mereka menuntut agar Bank Danamon tidak pilih kasih memberikan kredit. Menurut mereka, selama ini kredit hanya diberikan pada orang-orang tertentu.
"Anda semua butuh dana untuk modal usaha, bukan? Tapi mengapa bank ini tidak mau memberikan kredit pada anda semua," kata salah seorang orator, Ayik Suhaya disambut terikan dari ibu-ibu peserta aksi.
Secara bergantian para orator berorasi dan meneriakkan tuntutannya. Namun belum tampak perwakilan bank yang menemui mereka. Setelah puas berdemo, massa kemudian membubarkan diri dan berjanji akan menggelar unjuk rasa lagi sampai warga miskin diberi hak yang sama untuk mengajukan kredit.
(fat/fat)











































