Kasubid Gakkum Dit Lantas Polda Jatim AKBP Ade Safri Simanjuntak mengaku juga telah memeriksa Ahmad, kernet Bus Harapan Jaya. Hingga kini pihak Polda mengaku telah memeriksa 10 orang saksi. Diantara saksi yang sudah dimintai keterangan adalah kernet Bus Harapan Jaya serta beberapa penumpang dan warga sekitar TKP.
Menurut keterangan saksi Ahmad, terjadinya kecelakaan berawal saat bus mencoba menghindar tabrakan dengan sepeda motor yang berjalan dari arah selatan menuju utara dan berputar balik dengan jarak hindar saat itu 4 meter.
"Sopir banting kanan dan ngerem mendadak, bus langsung oleng dan menabrak truk tersebut," kata AKBP Ade Safri Simanjuntak menirukan alur Ahmad, Rabu (8/8/2012).
Sementara tim labfor juga telah usai melaksanakan pemeriksaan labfor pada TKP dan kendaraan. Namun untuk kesimpulan masih menunggu hasil labfor.
Dia menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan Dishub Propinsi Jatim terhadap alur ban, kanvas dan kedalaman tromol, diketahui bahwa gaya pengereman pada ban belakang sebelah kanan lebih rendah dibandingkan ban depan dan belakang sebelah kiri. Ini artinya, pada saat penggereman, bus kehilangan gaya pengereman.
"Sementara seperti itu hasil penyelidikan tim gabungan,dan semua masih dalam proses," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan tragis menimpa bus Harapan Jaya AG 7850 UR dengan truk L 3149 QY di Jalan Raya Trosobo, Krian, Sidoarjo pada Selasa (7/8/2012) dini hari lalu. Sebanyak 8 orang meninggal dunia di lokasi dan 42 orang luka-luka akibat kecelakaan ini.
(nrm/fat)










































