Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com di lapangan menyebutkan, korban bernama Bagus Wibowo (19), warga Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, Lamongan. Saat itu, korban mengendarai sepeda motor Honda Mega Pro bernopol S 4503 LB sedang berboncengan dengan temannya, Azam warga Desa Simbatan, Kecamatan Tikung.
Menurut penuturan Azam, yang selamat dari peristiwa tersebut, pada saat kejadian dia sedang dibonceng Bagus. Mereka berdua baru saja lulus di sebuah pondok pesantren di Jombang dan berencana untuk pulang ke rumah mereka di Lamongan.
Tujuan pertama kata Azam, Bagus akan mengantarkan pulang ke rumahnya. "Kami ini baru dinyatakan lulus dari ponpes di Jombang," jelasnya.
Saat itu, ujar Azam, mereka akan menyeberang rel tanpa palang pintu yang ada di Jl Pahlawan. Namun, ketika menyeberang, pada saat yang sama meluncur kereta api KRD jurusan Bojonegoro - Surabaya yang akan menuju ke Surabaya.
Akibatnya, Bagus langsung tertabrak kereta api dan menderita luka yang serius di tubuhnya. Bahkan, tubuh Bagus sempat ikut terseret kereta api sejauh kurang lebih 20 meter. "Kereta api langsung menabrak sepeda motor yang saya tumpangi," ujar Azam.
Beruntung, tambah Azam, saat kereta itu mendekat, dirinya sempat melompat dari sepeda motor. Meski selamat, namun Azam mengalami luka. "Begitu tahu ada kereta, seperti refleks saya kemudian melompat dari sepeda motor," jelasnya.
Sementara, Muklas saksi mata mengaku kalau ketika bikers ini menyeberang rel KA, warga sudah berteriak memperingatkan kalau akan ada kereta api yang akan lewat dari arah barat. "Tetapi teriakan-teriakan warga ini seakan tidak didengar oleh korban hingga akhirnya peristiwa ini terjadi," aku Muklas.
Jenasah Bagus kini dibawa ke RS Muhammadiyah Lamongan untuk diotopsi sebelum dibawa pulang oleh keluarga korban untuk dimakamkan.
(bdh/bdh)










































