Ribuan orang itu menolak RUU dan RPP terkait tembakau, lantaran mengancam nasib kehidupan 600 ribu orang petani tembakau di Kabupaten Pamekasan yang mengelola 32 ribu hektar lahan tembakau.
"Ingat. Tembakau telah memberi sumbangan penghasilan cukai kepada negara sebesar Rp 70 Triliun," tandas Korlap Aksi, Agus Sujarwadi, Selasa (22/5/2012).
Agus mengingatkan, pemerintah harus mencarikan kerja bagi 30 juta orang pekerja tembakau. Baik yang bekerja di lahan tembakau dan pabrikan rokok.
"Jika pemerintah ngotot mengesahkan RUU dan RPP Tembakau. maka negara harus bertanggungjawab atas 30 juta orang penganggur baru," kritik Agus.
Saat orasi di atas atap mobil pikap, Agus Sujarwadi yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Pamekasan, langsung memanggil 2 orang legislator dari partainya.
"Kedua anggota dewan dari Gerindra cepat keluar. Beri dukungan penolakan pengesahan RPP dan RUU Tembakau," teriak Agus.
Ternyata, tak hanya Taufiqurrahman dan Tauhid dari Gerindra saja yang
keluar. Tak kurang dari Muhdlar Abdullah (wakil ketua), Suli Faris (Ketua Komisi A), Zainal (legislator PAN), ikut keluar dan menandatangani surat penolakan RUU dan RPP Tembakau.
Surat pernyataan penolakan RPP dan RUU Tembakau yang ditandatangani para politisi dewan itu, akan difaksimile ke Sekretarian Jendral DPR RI.
"Orang Pamekasan bisa naik haji karena tembakau, Orang Pamekasan bisa membangun rumah dari tembakau. Maka itu, tolak RUU dan RPP Tembakau," teriak Muhdlar Abdullah.
Aksi demo ribuan kader Gerindra itu melumpuhkan arus lalu lintas di Jalan Kabupaten. Sebab, jalur jalan menuju kota Sampang via Kecamatan Omben itu dipenuhi ribuan orang peserta demo.
Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Suyono mengatakan, pihaknya menerjunkan 100 orang anggota Satuan Sabhara. "Satu kompi, kita turunkan mengamankan aksi demo Gerindra," ujarnya di sela-sela aksi demo.
(/)











































