Cara Diam-diam Jenderal Top AS untuk Setop Perang Iran

Cara Diam-diam Jenderal Top AS untuk Setop Perang Iran

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2026 21:12 WIB
Chairman of the Joint Chiefs of Staff Dan Caine speaks during a press conference with US President Donald Trump at the Mar-a-Lago club on January 3, 2026, in Palm Beach, Florida. (Via AFP)
Foto: Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine, (dok. AFP).
Jakarta -

Perang Amerika Serikat (AS) dan Iran tak berkesudahan. Diam-diam ternyata jenderal top AS mencari cara agar perang ini dihentikan.

Dirangkum detikcom, Sabtu (8/8/2026), sebelumnya Presiden AS Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa perang melawan Iran akan segera berakhir. Trump menilai Teheran tidak akan bisa bertahan lebih lama jika perang berlanjut.

"Saya rasa perang ini akan segera berakhir. Menurut saya, mereka tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi," kata Trump, merujuk pada Iran, saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, seperti dilansir Reuters.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keyakinan ini disampaikan Trump setelah sebelumnya dia mengatakan lebih memilih untuk mencapai kesepakatan dengan Iran daripada mengambil tindakan militer. Meskipun Trump masih memperingatkan Teheran bahwa penggunaan kekuatan militer tetap menjadi opsi, jika diplomasi gagal.

Trump juga mengklaim bahwa pemerintahannya melakukan "pembicaraan yang sangat baik" dengan Iran dalam perundingan yang berlangsung pekan ini. Pernyataan Trump ini memicu harapan akan segera berakhirnya konflik yang telah berlangsung selama lima bulan terakhir itu.

Saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval, Trump juga mengisyaratkan bahwa kesepakatan juga dapat dicapai "segera" untuk pembukaan kembali Selat Hormuz. Dia mengklaim dirinya "terlibat" dalam perundingan untuk membuka kembali jalur perairan strategis tersebut.

"Saat ini kondisinya bisa dibilang terbuka. Anda tahu, kita memiliki hal yang disebut blokade, yang dipimpin Angkatan Laut AS, dan kita mengendalikannya," ucapnya.

Jenderal Top AS Cari Cara Setop Perang

Ternyata diam-diam jenderal top AS memikirkan soal perang dengan Iran ini. Jenderal top AS itu rupanya Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal Dan Caine. Selama beberapa minggu terakhir, Ciane, disebut lagi mencari cara untuk mengakhiri perang dengan Iran.

Jenderal top AS itu diam-diam telah menjelaskan kepada para penasihat utama Trump bahwa AS perlu menemukan jalan keluar dari perang dengan Iran. Sebabnya, opsi militer yang ada untuk meningkatkan konflik dapat menjadi bumerang dan kekuatan udara saja kemungkinan tidak akan mencapai tujuan yang dinyatakan Trump. Demikian diberitakan CNN mengutip tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut.

"Caine sedang mencari jalan keluar," kata salah satu sumber dengan lugas.

Caine tidak sendirian dalam pandangannya bahwa perang telah mencapai persimpangan jalan. Ia telah membahas kekhawatiran tentang opsi militer untuk meningkatkan konflik dan mengangkat prospek untuk menemukan jalan keluar dari perang tersebut dengan pejabat-pejabat penting lainnya, termasuk Direktur CIA John Ratcliffe, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Wakil Presiden JD Vance.

Jenderal tertinggi AS itu baru-baru ini telah berdiskusi secara pribadi dengan beberapa penasihat utama Trump yang sepaham dalam upaya untuk memfasilitasi koordinasi antarlembaga dan memastikan mereka memiliki pemahaman yang sama sebelum pertemuan dengan Trump. Tujuannya adalah untuk memperjelas keterbatasan dan jebakan dari opsi militer yang tersedia, termasuk opsi yang tidak melibatkan pengerahan pasukan AS di darat, kata sumber-sumber tersebut.

"Saya pikir itu hanyalah caranya untuk melindungi militer," kata salah satu sumber kepada CNN, merujuk pada diskusi Caine dengan para pejabat keamanan nasional tingkat atas lainnya tentang perang Iran.

Trump secara konsisten tampak menentang gagasan pengerahan pasukan darat di Iran. Dia malah mengisyaratkan bahwa ia percaya pengeboman udara dapat memaksa Iran untuk menyetujui kesepakatan dengan persyaratannya. Caine dan yang lainnya di kabinet Trump menganggap hasil tersebut tidak mungkin terjadi.

Sumber tersebut mengatakan bahwa Caine secara pribadi berpendapat bahwa tidak ada solusi militer yang mudah untuk mengakhiri perang dengan Iran.

Ditanyai soal ini, seorang pejabat Gedung Putih memuji kontribusi Caine kepada tim keamanan nasional Trump. Dia mengatakan kepada CNN: "Jenderal Caine adalah aset yang luar biasa bagi tim keamanan nasional Presiden Trump, dan keberhasilan luar biasa dari Operasi Epic Fury, Midnight Hammer, dan Absolute Resolve telah terbukti."

"Jenderal selalu memberikan informasi yang akurat dan tidak bias serta sejumlah pilihan kepada Panglima Tertinggi, yang pada akhirnya membuat keputusan berdasarkan apa yang menurutnya terbaik untuk keamanan nasional AS," tambah pejabat itu.

Halaman 2 dari 3
(whn/ygs)


Berita Terkait