"Kami tidak beroperasi dulu hari ini menunggu hingga situasi kondusif, menunggu hingga ada keputusan," kata Sekretaris Paguyuban Pekerja Sopir (PPS) TOW, Supari, saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (8/5/2012).
Supari menjelaskan kemarin bus AKDP beroperasi dengan alasan demi penumpang. Selama seminggu penuh tidak ada aktivitas di TOW sehingga membuat penumpang kesusahan mendapat angkutan. Angkutan yang ada hanyalah angkot atau minibus yang tarifnya bisa naik hingga 3 kali lipat.
Awalnya pengoperasian bus AKDP berjalan lancar. Rupanya pengoperasian bus AKDP menimbulkan kecemburuan bagi sopir dan kru bus AKAP. Mereka kemudian meluruk kantor DPRD SUrabaya untuk menemui Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, yang sedang menghadiri rapat paripurna.
Tapi Risma enggan menemui para sopir dan kru bus AKAP, bahkan Risma tetap ngotot bahwa bus lintas utara harus tetap masuk TOW sesuai surat dari dirjen perhubungan darat per tanggal 1 Mei 2012. Karena tak mendapat jawaban yang memuaskan, sopir dan kru bus akhirnya menghadang bus AKDP dan memaksa penumpangnya turun.
"Kami tak ingin ada gesekan yang lebih jauh karena itu kami memutuskan tak beroperasi dulu. Kami minta maaf kepada para penumpang," lanjut Supari.
Supari menambahkan bahwa pihaknya menuntut dishub, pemkot dan polisi agar tidak membuat konflik di Terminal Tambak Oso Wilangon (TOW) berlarut-larut. Segeralah berkoordinasi dan membuat keputusan. Para sopir dan kru bus meminta kepastian.
"Sopir dan penumpang jangan dijadikan korban dalam konflik ini," tandas Supari.
(iwd/fat)










































