Koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi kelompok Houthi di Yaman mengatakan Bandara Riyadh kembali diserang. Serangan ini terjadi sehari setelah serangan lain yang dituduhkan kepada kelompok yang didukung Iran tersebut menewaskan 12 orang.
Dilansir AFP, Minggu (11/10/2026), juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, mengatakan bahwa sebuah proyektil tak dikenal menghantam Terminal 4 Bandara Internasional King Khalid dan menyebabkan kebakaran, serta menyatakan bahwa pihak berwenang terkait sedang menangani situasi di lokasi kejadian.
Melalui unggahan di media sosialnya, ia menambahkan bahwa sistem pertahanan udara telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal jelajah di dekat bandara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, wartawan AFP mendengar ledakan keras di pusat kota Riyadh, sementara tiga warga di wilayah utara kota itu kemudian melaporkan mendengar ledakan lainnya.
"Burung-burung menjadi panik setelah mendengar suara itu. Seluruh rumah berguncang," ujar seorang warga kawasan Al-Aarid di utara Riyadh.
Warga juga mengaku melihat sejumlah ambulans bergerak menuju bandara yang terletak di bagian timur laut ibu kota tersebut.
Seorang pejabat Metro Riyadh mengatakan bahwa otoritas ibu kota telah menangguhkan layanan transit ke dua dari tiga stasiun yang melayani bandara. Pejabat tersebut menyatakan bahwa keputusan itu akan ditinjau setiap hari.
Serangan terhadap bandara Riyadh sebelumnya menandai eskalasi tajam dalam perang Yaman, di mana Arab Saudi mendukung pemerintah yang diakui secara internasional dalam melawan kelompok Houthi, yang telah merebut wilayah pesisir Laut Merah yang luas melalui serangan kilat bulan lalu.










































