"Memang benar, ada seorang nenek yang meninggal terbawa banjir," terang AKP Darjanto, Kapolsek Ngadirojo, Rabu (22/2/2012).
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, musibah bermula saat korban berangkat menuju Pasar Wiyoro yang berjarak sekitar 1,5 Km dari rumah korban. Saat itu, perempuan renta yang tiap hari berjualan kembang tersebut diantar adiknya, Tukiran (71).
Selain jaraknya cukup jauh untuk menuju ke pasar, mereka harus menyeberang jembatan gantung dan menyusuri jalan setapak. Celakanya, saat itu air sungai sedang meluap.
Bahkan tingginya permukaan air sempat membuat ujung jembatan terendam. Tentu saja meski berhasil melintasi jembatan, keduanya masih harus menyeberang aliran air yang cukup deras.
Saat itulah, tubuh keduanya terpelanting dan terbawa aliran sungai. Beruntung, Tukiran berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan akar pohon, sedangkan tubuh Boinem ditemukan tewas sekitar 100 meter dari lokasi.
"Jenazah korban ditemukan tersangkut tanggul di area ladang," terang Darjanto.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Tri Mujiharto mengaku telah menerjunkan tim untuk membantu evakuasi para korban. Tim yang dibentuk juga bertugas mengirim bantuan.
"Ada dua tim yang kami terjunkan," paparnya kepada detiksurabaya.com.
Banjir terjadi akibat hujan deras sejak, Selasa (21/2/2012) malam juga mengakibatkan kerusakan di sejumlah titik. 6 Rumah warga rusak tertimpa longsor di Kecamatan Tegalombo. Kejadian yang sama juga menimpa 2 rumah di Kecamatan Tulakan.
Sementara di Arjosari, dampak banjir melumpuhkan aktivitas di kantor kecamatan. 12 Unit sepeda motor yang diparkir di halaman kecamatan juga tak luput dari kubangan lumpur.
(fat/fat)











































