Akibatnya, pria pemerkosa bernama Adi Setyo (32), warga Jalan Stasiun Kota Pasuruan, mengalami luka serius di bagian punggung dan tangan kirinya. Ia harus dilarikan ke rumah sakit dr Syaiful Anwar Malang karena kritis.
"Peristiwa ini terjadi pada Jumat (20/1)," kata Kasubbag Humas Polres Pasuruan AKP Bambang HS di Mapolres, Minggu (22/1/2012).
Kejadian berawal saat Adi, datang ke rumah SAI (18), korban pemerkosaan, di Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen. Kedatangan Adi sebenarnya bermaksud mencari ibunda korban karena ada permasalahan yang harus diselesaikan.
Namun saat melihat korban sendirian di rumah, niat jahatnya muncul. Meski korban sudah bilang kalau ibunya sedang berada di Kalimantan, Adi tetap tidak mau pulang. Ia melah mengeluarkan sebilah pisau dari lipatan bajunya dan menodongkannya ke arah korban dan memaksa korban menanggalkan pakaiannya.
Karena ketakutan korban pun terpaksa menuruti kehendak Adi. Melihat tubuh mulus korbannya, Adi langsung melampiaskan nafsu setannya dan memperkosa korban. Setelah puas, Adi langsung kabur dengan motornya.
Korban lalu menelpon suaminya, Sifak dan memintanya pulang. Saat Sifak mendengar semua cerita istrinya, kemarahannya memuncak. Bersama kakak korban, Anto (22), memacu motor dan mengejar pemerkosa istrinya.
Sampai di jalan Dusun Wilo Desa Ketanireng, Prigen, di mana Adi sedang mengendarai Honda Mio, Sifak langsung menyabetkan celurit ke punggung Adi. Sempat terus memacu motornya, Adi akhirnya terjatuh setelah sabetan kedua mengenai lengannya.
Setelah itu, Sifak dan Anto menyerahkan diri ke polisi. Sementara Adi dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka yang sangat parah. "Motor pelaku dan sajam yang digunakan untuk mengancam SAI juga diamankan sebagai barang bukti," jelas Bambang.
(bdh/bdh)











































