Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, dua orang tewas saat menjalani perawatan di rumah sakit. Mereka yakni Suparni (29) warga Desa Bendosari Kecamatan Kademangan dan Hermanto (30) warga Desa Sidomulyo Kecamatan Bakung.
Suparni, meninggal dunia di RSK Budi Rahayu Kota Blitar, Rabu (18/1/2012)pukul 00.30 WIB dini hari. Pegawai bagian informasi RSK Budi Rahayu, Budi yang dikonfirmasi membenarkan, korban sempat dirawat di rumah sakit sejak Selasa (17/1/2012) siang.
"Jenasahnya telah diambil pihak keluarga, Rabu pagi tadi pukul 03.30 WIB," jelas Budi kepada detiksurabaya.com di ruang kerjanya.
Sementara Hermanto (30) meninggal dunia di Puskesmas Wonotirto. Menurut Kepala Puskesmas Wonotirto, dr Miftachul Huda, korban tewas saat akan dirujuk ke RS Suhada Haji Kota Blitar.
"Korban yang dirujuk ke Suhada' haji, meninggal dalam perjalanan Selasa(17/1/2012)," jelas dr Miftahul Huda saat dikonfirmasi wartawan.
Sementara total korban tewas karena pesta miras baik acara hajatan atau tidak berjumlah 9 orang. 8 Orang dari Kecamatan Bakung dan 1 orang dari Kecamatan Kademangan.
Data di Kecamatan Bakung menyebutkan, hingga kini korban kritis menjalani perawatan di puskesmas serta rumah sakit mencapai 18 orang.
Sementara Camat Bakung, Tuti Komariati menggelar rapat bersama jajaran banyaknya korban tewas dan kritis akibat miras oplosan.
"Kesimpulan rapat diantaranya meminta kepada warga Kecamatan Bakung yang mengkonsumsi miras oplosan, segera memeriksakan diri ke puskesmas maupun rumah sakit. Selain itu penghentian aktivitas penjualan miras di seluruh wilayah Bakung," kata Tuti.
Sementara Kapolsek Bakung, AKP Edi Trianto saat dihubungi masih menggelar rapat tertutup dengan jajaranya.
"Saya masih rapat, nanti saja ya," jawab kapolsek sambil menutup teleponnya.
(fat/fat)











































