Pihak keluarga khawatir jenazah korban akan dimakamkan di Arab Saudi, karena sebelumnya pihak PJTKI juga sempat membujuk pihak keluarga korban agar jenazah dimakamkan di Abaha Riyadh Arab Saudi tempatnya korban bekerja.
"Saya minta pemerintah memulangkan jenazah anak saya, selain itu bagaimanapun majikan harus bertanggung jawab atas kematian anak saya yang tidak wajar," kata Katinah kepada detiksurabaya.com, Senin (5/12/2011).
Kematian Nurul Khasanah jelas mengkagetkan keluaga, sebab sehari sebelumnya ibu dua anak ini sempat menghubungi suaminya, bahwa dirinya diperkosa dan disiksa oleh majikanya. Kepada suaminya, korban bercerita bahwa dirinya sering kali dipaksa melayani nafsu bejat seksual majikanya yang bernama Abdul Azis.
Terakhir kali dalam percakapnya melalui telepon dengan suaminya Zaenal Mostopa, korban mengaku sudah tidak tahan perilaku majikanya, dan oleh suaminya diminta untuk melaporkan ke polisi perbuatan yang dilakukan majikanya.
Informasi di lapangan, korban berangkat ke Arab Saudi sekitar bulan Juni 2011 setelah sempat transit di balai pembinaan PJTKI Jakarta selama sebulan. Korban merupakan anak pertama dari tiga bersaudara buah hati Nasirin dan Katinah yang sudah menikah dengan Zaenal Mustofa (33) serta dikaruniai 2 orang anak. Anak pertama korban adalah Muhamad Patrih (3) dan Neha Nurpia (1,5).
Keinginan korban untuk mengais rezeki di Arab Saudi demi membantu suami pupus sudah. Dengan peristiwa tersebut, pihak keluarga berharap ada perhatian dan kepedulian Pemerintah RI untuk proses pemulangan sekaligus mengusut kasusnya.
(bdh/bdh)










































