Dari 51 orang, saat ini masih ada 31 orang yang menjalani perawatan tim medis di ruang Flamboyan, Tanjung dan Melati. Sementara korban lainnya sudah diperbolehkan pulang.
Namun diantara yang sudah pulang, terdapat 1 korban yang terpaksa kembali ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya. Sperti yang dialami Fandi, salah satu siswa SMK PGRI 1 kota Kediri.
"Kepala saya kemarin seperti terbentur batu, pusing sekali dan tak sadarkan diri,karena muntah muntah saya dibawa kembali ke rumah sakit," kata Fandi kepada detiksurabaya.com,Minggu (13/11/11).
Namun para orang tua korban mengaku sedikit lega, karena semua biaya pengobatan akan ditanggung pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota kediri.
"Tadi malam dari pihak sekolah sudah menyampaikan ke kita untuk tidak perlu kuatir. Karena semua biaya ditanggung sekolah dan dinas pendidikan," ungkap Zeni, salah satu wali murid korban kecelakaan.
Sebelumnya diberitakan, kendaraan truk pengangkut peserta napak tilas terguling dan menewaskan satu pelajar dan puluhan luka-luka. Polres Kediri mengamankan sopir truk, Satijo untuk mengungkap penyebab kejadian yang diduga karena kelebihan muatan itu.
Kecelakaan yang menimpa siswa SMK PGRI 1 Kota kediri ini disesalkan.
Kepala SMK PGRI 1 Muhammad Rojiun mengaku sudah membatasi anak didiknya hanya sebanyak 30 siswa yang ikut rombongan. Alasanya sekolah hanya menyediakan satu buah kendaraan untuk menjemput peserta dari sekolahnya.
"Kita sebenarnya hanya mengirim peserta 30 siswa, tetapi tadi saat pulang banyak peserta dari sekolah lain seperti SMK Kertanegara yang numpang hingga melebihi kapasitas," jelas Muhammad Rojiun kepada detiksurabaya.com di ruang jenazah,Sabtu (12/11/11).
Sementara itu, Sekretaris Kota Kediri Agus Wahyudi sebagai penyelenggara Gerak Jalan Napak Tilas Jendral Sudirman sudah menjenguk korban di RSUD Gambiran menyatakan akan menanggung semua biaya pengobatan korban kecelakaan tersebut
(gik/gik)










































